
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan mengalami kenaikan pada perdagangan hari ini. Dalam konteks ini, beberapa analis merekomendasikan saham-saham tertentu yang layak untuk diperhatikan, seperti PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Menurut Ivan Rosanova dari BinaArtha Sekuritas, IHSG masih memiliki peluang untuk naik hari ini. Hal ini terlihat dari tren penguatan indeks pada penutupan perdagangan Jumat (10/4), di mana IHSG ditutup sedikit di bawah level resisten 7.497. Jika indeks mampu bergerak ke level tersebut, maka IHSG akan memiliki kesempatan untuk mencoba menguji resisten dinamis garis SMA-10 pada chart mingguan yang berada di sekitar level 7.600.
Ivan juga menyebutkan bahwa indikator MACD menunjukkan adanya momentum bullish. Level support IHSG saat ini berada di 7.261, 7.015, dan 6.838, sementara level resisten berada di 7.677, 7.856, 8.000, dan 8.111.
Support adalah area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada suatu waktu. Ketika harga saham menyentuh level ini, biasanya terjadi peningkatan pembelian yang memicu kenaikan harga. Sedangkan resisten adalah tingkat harga saham tertentu yang dianggap sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya terjadi aksi jual besar-besaran yang menghambat laju kenaikan harga.
MACD adalah alat analisis teknikal yang digunakan untuk melihat tren dan kekuatan momentum pergerakan saham.
Berdasarkan analisis tersebut, Ivan merekomendasikan beberapa saham yang layak dipertimbangkan hari ini, antara lain:
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dengan rekomendasi tahan penjualan (hold) dan target harga terdekat di 6.900
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), hold dengan target harga terdekat di 2.790
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), beli pada rentang harga 660700 dengan target harga terdekat di 800
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), beli pada rentang harga 1.4001.450 dengan target harga terdekat di 1.660
* PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), beli pada rentang harga 2.9003.000 dengan target harga terdekat di 3.410
Selain itu, Nafan Aji Gusta Utama dari Mirae Asset Sekuritas menilai bahwa secara teknikal, IHSG masih dalam fase bullish consolidation meskipun sempat mengalami koreksi. Indikator Stochastic KD dan RSI menunjukkan sinyal positif, didukung oleh peningkatan volume perdagangan.
Di tingkat global, sentimen negatif bisa datang dari kegagalan kesepakatan dalam perundingan Amerika Serikat dan Iran di Islamabad. Kondisi ini dapat memicu risk aversion di kalangan investor dan menekan pergerakan IHSG. Namun, Nafan menilai situasi ini justru berpotensi menjadi katalis positif bagi saham-saham sektor komoditas.
Beberapa isu menjadi hambatan utama dalam perundingan tersebut, antara lain konflik di Lebanon, dinamika sekutu regional Iran, ketegangan di Selat Hormuz, program nuklir Iran, serta wacana pencabutan sanksi terhadap negara tersebut.
Pasca kegagalan negosiasi, Presiden Donald Trump dilaporkan memerintahkan Angkatan Laut AS untuk memulai blokade di Selat Hormuz serta mencegat kapal-kapal yang membayar tol kepada Iran.
Di dalam negeri, pelaku pasar menantikan rilis data Indeks Penjualan Riil Februari 2026 yang diperkirakan meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh momentum Ramadan dan persiapan Idulfitri 1447 Hijriah. Konsumsi rumah tangga pun dinilai tetap menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi, sehingga menopang prospek produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada triwulan pertama 2026.
Nafan menyarankan investor untuk mencermati saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).