IHSG Diprediksi Naik, Ini Rekomendasi Saham Hari Ini

admin.aiotrade 10 Nov 2025 4 menit 15x dilihat
IHSG Diprediksi Naik, Ini Rekomendasi Saham Hari Ini

Penguatan IHSG dan Peluang Kenaikan Berikutnya

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat sebesar 0,69 persen ke level 8.394 pada penutupan perdagangan Jumat (7/11/2025). Penguatan ini didorong oleh meningkatnya volume pembelian yang menunjukkan optimisme investor terhadap prospek pasar saham.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pembukaan perdagangan pada Senin (10/11/2025) diharapkan menjadi momen penting bagi IHSG karena indeks telah mampu menembus area resistance terdekat. Hal ini memberi peluang lanjutan kenaikan jika momentum beli tetap terjaga.

Analis dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menjelaskan bahwa secara teknikal, pergerakan IHSG saat ini masih berada pada awal wave (iii) dari wave [iii]. Ini menandakan potensi penguatan lanjutan selama sentimen positif tetap terjaga.

Dalam skenario terbaik, IHSG berpeluang menuju area target berikutnya di kisaran 8.390 hingga 8.463. Level support penting IHSG saat ini berada di 8.332 dan 8.276, sementara area resistance berikutnya diperkirakan di 8.432 dan 8.454.

Sentimen Positif Dari Investor Asing

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Hari Rachmansyah, menyebutkan bahwa IHSG yang mencetak rekor tertinggi baru di level 8.394 pada akhir pekan lalu didukung oleh aksi beli bersih investor asing senilai Rp 3,3 triliun. Selain itu, data ekonomi domestik yang solid seperti pertumbuhan ekonomi yang stabil dan inflasi yang terkendali turut menjadi faktor pendorong.

Hari menilai capaian tersebut menunjukkan ketahanan pasar modal Indonesia di tengah tekanan global. Pasar Indonesia menunjukkan resiliensi yang kuat meskipun bursa Wall Street terkoreksi akibat kekhawatiran atas valuasi tinggi saham-saham teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Dana asing tercatat banyak mengalir ke sektor perbankan dan telekomunikasi. Berdasarkan data Indo Premier Sekuritas, saham BBCA menjadi sasaran akumulasi asing terbesar dengan nilai mencapai Rp 1,2 triliun, disusul TLKM sebesar Rp 814 miliar sepanjang pekan lalu.

Prediksi Pergerakan IHSG Di Masa Mendatang

Memasuki pekan perdagangan 10 sampai 14 November 2025, Hari memperkirakan IHSG akan bergerak konsolidatif atau sideways di kisaran support 8.260 dan resistance 8.620. Ia menilai, secara global pasar masih cenderung berhati-hati menyusul ketidakpastian arah kebijakan The Federal Reserve (The Fed), serta keterlambatan rilis data ekonomi Amerika Serikat akibat penutupan sebagian pemerintahan.

Di dalam negeri, pelaku pasar akan mencermati kebijakan pemerintah terkait pengawasan rokok ilegal dan penyesuaian cukai hasil tembakau yang berpotensi mempengaruhi kinerja saham-saham sektor konsumer.

Katalis Potensial Yang Menarik Perhatian Investor

Selain faktor makroekonomi, dua katalis potensial juga tengah menjadi perhatian utama investor. Pertama, rencana penawaran umum perdana (IPO) Superbank yang dikabarkan akan digelar pada November ini. Kedua, isu merger antara Grab dan GOTO yang disebut-sebut melibatkan Danantara sebagai mitra strategis.

“Kedua isu ini berpotensi menjadi penggerak positif pasar, terutama untuk sektor teknologi dan finansial digital,” ujar Hari.

Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak di rentang 8.260 hingga 8.620 dengan kecenderungan sideways menguat terbatas.

Rekomendasi Saham Hari Ini

MNC Sekuritas

Sejumlah saham direkomendasikan untuk strategi buy on weakness, seiring peluang kelanjutan penguatan pada masing-masing pola pergerakannya.

  • ADRO ditutup di level 1.945 dan direkomendasikan buy on weakness karena berada pada bagian awal dari wave (v) dalam struktur wave [c], yang menandakan potensi kelanjutan tren penguatan dalam jangka pendek.
  • CUAN ditutup di 2.290 dan juga direkomendasikan buy on weakness. Berdasarkan analisis gelombang, CUAN tengah berada pada bagian awal wave (c) dari wave [b], yang memberikan peluang rebound setelah fase koreksi sebelumnya.
  • CMRY ditutup di 6.075 dengan rekomendasi serupa. Secara teknikal, CMRY sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [iii] dalam wave 3, yang berarti momentum kenaikan masih berpotensi berlanjut apabila volume pembelian terus meningkat.
  • UNVR yang ditutup di 2.530 juga masuk dalam daftar buy on weakness. UNVR kini berada pada bagian wave [iv] dari wave C, yang menunjukkan fase konsolidasi menjelang potensi penguatan lanjutan apabila mampu menembus level resistance terdekatnya.

Indo Premier

Dalam risetnya, Indo Premier menyoroti peluang di beberapa saham unggulan dan instrumen pendapatan tetap.

  • BBCA dinilai masih menarik untuk dikoleksi dengan level beli di Rp 8.675 dan target di Rp 9.175, mengingat saham ini mencatat akumulasi asing sebesar Rp 1,2 triliun pekan lalu dan masih berada di atas garis dukungan dinamis EMA-5 yang menandakan tren penguatan berlanjut.
  • TLKM juga berpotensi melanjutkan penguatan dengan harga beli di Rp 3.470 dan target Rp 3.860 karena terus diakumulasi asing senilai Rp 814 miliar serta tetap bergerak di jalur uptrend.
  • EMTK melanjutkan tren kenaikan dengan volume besar pada akhir pekan lalu, didorong sentimen positif dari masuknya ke indeks LQ45 serta rumor IPO anak usahanya, Superbank, yang meningkatkan minat investor terhadap prospek grup EMTK ke depan.

Selain saham, Indo Premier juga menilai obligasi pemerintah masih menarik untuk dikoleksi. Seri PBS38 dengan yield to maturity (YTM) 6,66 persen dinilai cocok bagi investor jangka panjang karena menawarkan imbal hasil kompetitif dengan tenor panjang. Sementara PBS3 dengan YTM 4,58 persen bisa menjadi pilihan bagi investor yang mengutamakan fleksibilitas jangka pendek.

Disclaimer: Artikel ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Semua rekomendasi dan analisis saham berasal dari analis sekuritas yang bersangkutan, dan aiotrade tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor. Pastikan untuk melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan