IHSG Diprediksi Naik Pekan Ini, ASII hingga ICBP Jadi Saham Unggulan

admin.aiotrade 05 Okt 2025 4 menit 17x dilihat
IHSG Diprediksi Naik Pekan Ini, ASII hingga ICBP Jadi Saham Unggulan

Perkiraan Penguatan IHSG dan Saham-Saham yang Potensial

Pada pekan depan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan mengalami penguatan. Hal ini didorong oleh beberapa faktor seperti kenaikan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan aksi korporasi dari sejumlah emiten. Beberapa saham seperti ASII, JSMR, dan ICBP juga diprediksi akan bergerak positif.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Sebelumnya, indeks komposit ditutup menguat 0,59% ke level 8.118,30 pada perdagangan akhir pekan lalu. Sektor teknologi menjadi pemimpin kenaikan, sedangkan sektor transportasi mengalami koreksi terbesar.

Valdy Kurniawan, Head of Research Phintraco Sekuritas, menyatakan bahwa penguatan rupiah dan aksi korporasi dari sejumlah emiten menjadi faktor positif yang mendorong kenaikan indeks komposit. Secara teknikal, indikator Stochastic RSI mendekati area oversold, sementara penurunannya melandai dengan potensi membentuk Golden Cross. Selain itu, histogram negatif MACD mulai tertahan serta ditandai oleh volume beli.

“IHSG juga kembali ditutup di atas level MA5, sehingga IHSG berpotensi melanjutkan penguatan dan menguji level resistance 8.170 pada pekan depan,” ujarnya.

Data Ekonomi yang Akan Diperhatikan

Investor domestik akan mencermati data cadangan devisa bulan September 2025 yang diperkirakan naik menjadi US$159 miliar dari posisi Agustus yang mencapai US$150,7 miliar. Di samping itu, indeks kepercayaan konsumen September juga diperkirakan meningkat ke 120 dari 117,2. Adapun penjualan sepeda motor, penjualan ritel Agustus, serta laporan penjualan mobil periode September juga menjadi sorotan pasar.

Phintraco merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati, antara lain PT Bank BTPN Syariah Tbk. (BTPS), PT Astra International Tbk. (ASII), PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL), PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL), PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. (ACES), dan PT Midi Utama Indonesia Tbk. (MIDI).

Prediksi Penguatan IHSG oleh Equity Analyst Indo Premier Sekuritas

Equity Analyst Indo Premier Sekuritas (IPOT) Imam Gunadi menegaskan bahwa indeks komposit akan melanjutkan penguatan setelah ditutup di zona hijau pada pekan lalu. Namun, dia memandang bahwa tetap ada risiko koreksi jangka pendek pada pekan depan jika data domestik di bawah ekspektasi atau pidato The Fed cenderung bersikap hawkish.

Selain itu, ketidakpastian global seperti harga komoditas dan arus modal asing bisa menekan IHSG melemah dengan support pada level 8.022.

Faktor-Faktor yang Mendorong Penguatan IHSG

Stabilitas ekonomi Indonesia dengan inflasi September 2025 di angka 2,65% YoY atau masih dalam target BI didukung sektor manufaktur yang tetap ekspansif di 50,4. Di sisi fiskal, pemerintah menyiapkan tambahan stimulus pada kuartal IV/2025 guna mendongkrak daya beli masyarakat, ditambah stimulus khusus untuk Natal dan Tahun Baru senilai hampir US$2 miliar, melengkapi total US$4,5 miliar stimulus yang telah digelontorkan.

Perkembangan positif tersebut juga akan diperkuat oleh surplus neraca perdagangan yang melonjak ke US$5,49 miliar pada Agustus 2025.

Perkembangan Global dan Agenda The Fed

Sentimen global masih didominasi oleh kekhawatiran 'government shutdown' di AS yang berisiko merugikan ekonomi, meski data pasar kerja (JOLTs) menunjukkan ketatnya tenaga kerja. Di tengah situasi ini, pasar memproyeksikan probabilitas 96,2% The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin.

Di tengah situasi tersebut, pelaku pasar akan menyoroti beberapa agenda penting dari The Federal Reserve, termasuk pidato dari dua pejabatnya, Raphael Bostic dan Michelle Bowman, serta rilis FOMC Minutes pada 8 Oktober.

Data Kunci yang Akan Dirilis

Dari dalam negeri, terdapat sejumlah rilis data kunci pada pekan depan, mulai dari posisi Cadangan Devisa BI (7 Oktober) untuk mengukur ketahanan eksternal, data penjualan ritel (9 Oktober) hingga data penjualan motor dan mobil (9–10 Oktober). Rangkaian data ini sangat penting karena akan memberikan gambaran kekuatan konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat kelas menengah, yang merupakan katalis utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di akhir tahun.

Rekomendasi Saham dari IPOT

Seiring proyeksi tersebut, IPOT merekomendasikan ASII, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR), dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) pada pekan depan.

ASII disematkan rekomendasi beli dengan target harga Rp6.075 per saham karena berpotensi mendapat sentimen positif seiring proyeksi peningkatan aktivitas konsumsi dan penjualan kendaraan usai pemerintah menyiapkan stimulus untuk 30 juta keluarga, serta dorongan proyek infrastruktur menjelang akhir tahun.

Adapun, saham JSMR berpeluang meraih katalis positif karena didukung meningkatnya mobilitas masyarakat dan belanja infrastruktur pemerintah. Saham pelat merah ini direkomendasikan buy on pullback dengan target harga Rp4.100 per saham.

Saham ICBP juga dinilai berpotensi mendapat sentimen positif sejalan dengan stabilnya inflasi domestik dan daya beli masyarakat yang mulai pulih jelang kuartal IV/2025. Saham Grup Salim ini meraih peringkat beli dengan target harga Rp10.050.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. aiotrade.app tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan