
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi mengalami kenaikan pada perdagangan saham yang akan berlangsung pada hari Senin (10/11). Sebelumnya, IHSG ditutup dengan pencapaian rekor tertinggi atau all time high (ATH) setelah naik sebesar 57,53 poin atau 0,69% ke level 8.394 pada perdagangan Jumat (7/11). Prediksi ini didasarkan pada berbagai faktor yang memengaruhi pasar modal.
Hendra Wardana, pengamat pasar modal sekaligus founder Republik Investor, menyatakan bahwa kenaikan IHSG mencerminkan tingkat kepercayaan investor terhadap kondisi ekonomi domestik yang tetap stabil meskipun ada ketidakpastian global. Menurutnya, optimisme dalam negeri tetap terjaga karena pertumbuhan ekonomi yang kuat, likuiditas yang longgar, serta implementasi kebijakan reformasi struktural yang berjalan baik.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dari sisi teknikal, Hendra melihat bahwa IHSG masih dalam tren bullish dengan area resistance di kisaran 8.355 hingga 8.406. Jika IHSG mampu ditutup di atas level tersebut, maka peluang untuk melanjutkan penguatan menuju resistance berikutnya di rentang 8.600–8.770 sangat besar.
Namun, ia juga menyarankan investor untuk tetap waspada terhadap potensi koreksi jangka pendek. Hal ini dikarenakan support terdekat berada pada MA20 dan MA5 di kisaran 8.209–8.317, serta support kuat berikutnya di 8.000–8.054. Support merupakan area harga saham yang diyakini sebagai titik terendah pada suatu waktu. Ketika harga menyentuh support, biasanya akan kembali naik karena daya beli saham meningkat. Sementara itu, resistance adalah tingkat harga saham yang dianggap sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya terjadi aksi jual besar-besaran hingga laju kenaikan harga terhambat.
Hendra merekomendasikan strategi buy on weakness untuk saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dengan potensi rebound menuju Rp 2.100. Rekomendasi ini didasarkan pada prospek sektor batu bara dan energi baru terbarukan (EBT) yang dinilai masih solid. Selain itu, target harga Rp 1.465 diberikan untuk saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), yang didukung oleh ekspektasi sinergi bisnis digital dan potensi penawaran umum perdana (IPO) afiliasinya, Superbank.
Rekomendasi buy juga diberikan untuk saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) dengan target harga Rp 420, seiring perbaikan kinerja belanja iklan dan prospek ekonomi domestik yang semakin membaik. Saham lain yang direkomendasikan adalah PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) dengan target Rp 5.450, di tengah outlook positif pada sektor migas.
Selain itu, saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) juga memiliki peluang untuk menguat menuju Rp 350, didukung oleh tren digitalisasi dan prospek pertumbuhan sektor pusat data (data center).
Secara keseluruhan, momentum rekor tertinggi IHSG kali ini menunjukkan kuatnya kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia. Meski demikian, kehati-hatian tetap diperlukan menjelang rilis data ekonomi global dan potensi rebalancing portofolio investor asing.
Di samping itu, Phintraco Sekuritas memproyeksikan bahwa secara teknikal IHSG berpotensi tetap bergerak bullish dalam jangka menengah hingga panjang. "Selama IHSG bertahan di atas level 8.250-8.300, diperkirakan terbuka penguatan IHSG lebih lanjut menguji level 8.400-8.450," tulis Phintraco Sekuritas dalam analisisnya.
Phintraco Sekuritas juga merekomendasikan beberapa saham, antara lain PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), PT Astra International Tbk (ASII), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT).