
Prediksi Pergerakan IHSG pada Hari Ini
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis, 9 Oktober 2025, diprediksi akan bergerak terbatas dengan potensi menguji area antara 8.260 hingga 8.302. Analisis teknikal dari MNC Sekuritas menunjukkan bahwa IHSG saat ini berada di fase akhir wave [v] dari wave 5, yang menandai bahwa tren penguatan masih terbuka, meski ruang geraknya mulai terbatas.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG sempat melemah tipis sebesar 0,04% ke posisi 8.166, namun indeks tersebut masih bertahan di atas garis rata-rata pergerakan 20 hari (MA20), yang menjadi penopang penting dalam jangka pendek. Dalam skenario utama, indeks diperkirakan akan mencoba menembus area resistance di 8.260–8.302, sementara pada skenario alternatif, kenaikan kemungkinan hanya bertahan di kisaran 8.180–8.197 sebelum kembali terkoreksi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Level support IHSG saat ini berada di 8.099 dan 8.022, dengan area resistance terdekat di 8.217 dan 8.260 yang menjadi batas penguatan berikutnya. Tim analis MNC Sekuritas memberikan rekomendasi empat saham pilihan hari ini, di antaranya AKRA dengan strategi buy on weakness karena masih berada di bagian wave v dari wave (c) dari wave [y]. Selain itu, saham BBYB direkomendasikan dengan status speculative buy, sementara EXCL dan INDF juga disarankan buy on weakness karena memiliki potensi rebound yang cukup kuat.
Analisis Pasar oleh Equity Analyst Indo Premier Sekuritas
Equity Analyst Indo Premier Sekuritas, David Kurniawan, menilai pergerakan IHSG yang melemah tipis kemarin merupakan healthy correction atau koreksi sehat, setelah dua kali berturut-turut mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada awal pekan ini. Ia menjelaskan bahwa dukungan kuat dari sektor perbankan, energi, dan infrastruktur menjadi bahan bakar utama penguatan IHSG di tengah tekanan global.
David juga menambahkan bahwa tren kenaikan IHSG kemungkinan masih akan bertahan hingga akhir pekan, bahkan bisa berlanjut ke minggu depan selama arus dana asing tetap stabil dan nilai tukar rupiah terjaga. Kondisi makroekonomi Indonesia yang solid turut menjadi pendorong utama penguatan pasar, dengan inflasi terkendali di level 2,65% secara tahunan serta surplus neraca perdagangan mencapai US$5,49 miliar.
Selain itu, pasar juga merespons positif stabilitas politik pasca-reshuffle kabinet dan harapan terhadap tambahan stimulus fiskal pada kuartal IV-2025 yang dinilai mampu memperkuat likuiditas di sektor riil.
Perbedaan Performa Sektor Pasar
Meski begitu, tidak semua sektor ikut menikmati reli IHSG. Saham industri dan konsumer siklikal masih tertinggal akibat tekanan inflasi pangan serta pelemahan rupiah yang menekan biaya impor bahan baku. Sebaliknya, sektor infrastruktur justru menunjukkan performa konsisten dan menjadi salah satu penopang utama IHSG, seiring percepatan proyek strategis nasional dan meningkatnya investasi pemerintah di bidang energi, telekomunikasi, dan transportasi publik.
David menilai sektor infrastruktur kini menjadi pilihan defensif yang menarik bagi investor karena dinilai stabil di tengah perlambatan konsumsi domestik. Dengan kondisi pasar yang relatif positif dan dukungan ekonomi makro yang kuat, peluang IHSG untuk mempertahankan tren penguatan hingga akhir pekan masih terbuka, terutama bagi investor yang cermat memilih saham unggulan seperti AKRA, EXCL, BBYB, dan INDF.