
JAKARTA, aiotrade
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi kembali mengalami penurunan pada perdagangan hari Selasa (17/12/2025), setelah sebelumnya ditutup melemah sebesar 0,13 persen menjadi 8.649 pada Senin kemarin. Prediksi ini muncul setelah analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyatakan bahwa IHSG berada di akhir gelombang ketiga atau wave [iii] dari wave 5. Dengan situasi tersebut, indeks berpeluang mengalami koreksi terlebih dahulu untuk mencoba menguji area 8.464 hingga 8.560.
Herditya menjelaskan bahwa saat ini IHSG sedang berada di akhir wave [iii] dari wave 5 pada label hitam. Hal ini membuat indeks rawan mengalami koreksi terlebih dahulu untuk menguji level 8.464 hingga 8.560 sekaligus menutup area gap tipisnya. Namun, pasar tetap perlu memperhatikan skenario terburuk. Dalam skenario alternatif, IHSG disebut telah menyelesaikan wave (1) dan berisiko mengalami koreksi yang lebih dalam hingga mendekati area 8.000-an.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Secara teknikal, level support IHSG berada di kisaran 8.553 hingga 8.493. Sementara itu, resistance terdekat berada di area 8.714 hingga 8.821.
Di sisi lain, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance di kisaran 8.620 hingga 8.720. Ia menyatakan bahwa berdasarkan analisa teknikal, IHSG berpotensi melemah terbatas dalam rentang tersebut.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Berikut rekomendasi saham hari ini dari dua sekuritas:
MNC Sekuritas
-
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI)
AADI ditutup di harga Rp 7.175 dan direkomendasikan buy on weakness. Secara teknikal, pergerakan AADI berada pada bagian akhir dari wave [v] pada wave A dalam struktur wave (B). Kondisi ini mengindikasikan potensi kelanjutan tren, meski tetap disertai peluang koreksi jangka pendek. -
PT Barito Pacific Tbk (BRPT)
BRPT ditutup di level Rp 3.600 dengan rekomendasi spec buy. Dari sisi teknikal, BRPT saat ini berada pada bagian dari wave [iii] dalam wave C, yang umumnya mencerminkan fase penguatan lanjutan dengan momentum relatif kuat. -
PT Indosat Tbk (ISAT)
ISAT ditutup di harga Rp 2.370 juga direkomendasikan buy on weakness. ISAT diperkirakan tengah berada pada bagian wave [iv] dari wave C, yang menunjukkan fase koreksi terbatas sebelum berpotensi kembali melanjutkan penguatan. -
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)
SIDO ditutup di harga Rp 550 dan masuk dalam rekomendasi buy on weakness. Secara teknikal, SIDO berada di awal wave [v] dari wave 1 dalam wave (C), yang membuka peluang kenaikan lanjutan.
Pilarmas Investindo Sekuritas
-
PT Rukun Raharja Tbk (RAJA)
RAJA terakhir diperdagangkan di level Rp 5.975. Secara teknikal, area support berada di kisaran Rp 5.675, sementara resistance terdekat di Rp 6.400. RAJA memiliki target harga jangka pendek di Rp 6.350. -
PT Indika Energy Tbk (INDY)
INDY tercatat di harga Rp 2.250. Support saham ini berada di area Rp 2.120, dengan resistance di Rp 2.470. INDY diproyeksikan menguji target harga Rp 2.420. -
PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR)
ADMR ditutup di harga Rp 1.390. Level support terdekat di Rp 1.330, resistance di Rp 1.465. ADMR memiliki target harga di Rp 1.450.
Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.