IHSG Hari Ini Diprediksi Naik, Pilih Saham Unggulan 12 November 2025

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 20x dilihat
IHSG Hari Ini Diprediksi Naik, Pilih Saham Unggulan 12 November 2025
IHSG Hari Ini Diprediksi Naik, Pilih Saham Unggulan 12 November 2025

Pergerakan IHSG yang Melemah dan Prediksi Analis

Pada hari Selasa, 11 November 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami pelemahan sebesar 0,29% atau 24,72 poin, turun ke posisi 8.366,51. Pada awal perdagangan, indeks sempat dibuka di level 8.437,95 dan menyentuh titik tertinggi di 8.443,68 sebelum akhirnya mengalami penurunan.

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), tercatat sebanyak 290 saham mengalami kenaikan, sementara 378 saham mengalami penurunan, dan 147 saham lainnya berada dalam kondisi stagnan. Meski indeks mengalami pelemahan, kapitalisasi pasar mencapai Rp15.291 triliun, menunjukkan bahwa masih ada kepercayaan yang kuat dari para investor terhadap pasar domestik.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Sejumlah analis memperkirakan bahwa IHSG memiliki potensi untuk menguat pada perdagangan hari ini, Rabu 12 November 2025, dengan memberikan rekomendasi saham unggulan.

Tekanan dari Saham Big Caps

Pergerakan IHSG yang melemah didorong oleh tekanan dari sejumlah saham berkapitalisasi besar (big caps). Beberapa saham utama seperti PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun 2,04%, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) melemah 1,96%, PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) terkoreksi 1,58%, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) turun 1,06%.

Namun, penguatan dari beberapa saham lain mampu mengimbangi koreksi lebih dalam. Contohnya, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) naik 2,33% ke level Rp3.520, PT Astra International Tbk. (ASII) menguat 1,56% menjadi Rp6.525, serta PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) yang tumbuh 0,36% ke Rp7.050.

Top Gainers dan Losers

Di tengah pelemahan indeks, beberapa saham mencatat kenaikan signifikan. PT Kobexindo Tractors Tbk. (KOBX) melonjak 34,44% ke Rp242, disusul oleh PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang melesat 32% ke Rp198 per saham.

Sementara itu, saham yang mengalami penurunan terdalam adalah PT Chemstar Indonesia Tbk. (CHEM) yang terkoreksi 11,63% ke Rp114, serta PT Nusa Raya Cipta Tbk. (NRCA) yang merosot 9,80% ke Rp920 per saham.

Proyeksi dan Rekomendasi Analis

Berdasarkan riset dari MNC Sekuritas, pergerakan IHSG saat ini diperkirakan masih berada pada fase wave (iii) dari wave [iii], yang menunjukkan potensi penguatan lanjutan ke rentang 8.487–8.539. Namun, MNC Sekuritas juga mengingatkan agar pelaku pasar tetap waspada terhadap area koreksi di 8.279–8.332 sebagai titik kewaspadaan.

Level support IHSG saat ini berada di 8.276–8.332, sementara resistance diperkirakan di 8.488–8.532.

Sebagai strategi perdagangan hari ini, analis MNC Sekuritas memberikan rekomendasi:

  • Buy on Weakness untuk saham:
  • PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI)
  • PT Barito Pacific Tbk. (BRPT)
  • PT Indika Energy Tbk. (INDY)

  • Speculative Buy untuk saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) bagi investor berprofil risiko tinggi.

Tekanan dan Harapan Investor

Meskipun indeks sempat melemah, analis menilai bahwa pasar masih memiliki potensi positif. Hal ini didorong oleh stabilitas ekonomi makro, kinerja emiten besar yang solid, serta peluang rebound di sektor energi dan perbankan.

Beberapa investor kini menanti katalis dari rilis data ekonomi global dan pergerakan harga komoditas, terutama emas dan minyak, yang berpotensi memengaruhi saham-saham sektor tambang dan energi.

IHSG juga diyakini dapat kembali menguat menjelang akhir tahun, seiring dengan potensi window dressing yang kerap terjadi di kuartal terakhir.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan