
IHSG Melandai dengan Penguatan di Zona Hijau
Pada hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan namun tetap bergerak di zona hijau pada awal perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (21/10/2025). Sementara itu, nilai tukar rupiah mengalami penguatan dalam perdagangan pasar spot.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Berdasarkan data RTI, pada pukul 09.04 WIB, IHSG berada di posisi 8.179,71. IHSG menguat sebesar 90,74 poin atau 1,12 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level 8.088,97. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 305 saham melaju di zona hijau, sementara 155 saham berada di zona merah. Sisanya, sebanyak 164 saham stagnan.
Nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 1,83 triliun dengan volume perdagangan sebesar 2,27 juta saham. Direktur Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyatakan bahwa IHSG dan obligasi kembali bergerak selaras setelah mengalami pekan yang volatil.
Penguatan keduanya kemungkinan dapat berlanjut seiring dengan rencana pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping akhir bulan ini di Korea Selatan. Beberapa isu penting yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut antara lain adalah mineral tanah jarang (rare earth), fentanil, kacang kedelai, serta pembicaraan mengenai Taiwan.
Dari dalam negeri, pelaku pasar dan investor cenderung menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang akan diadakan besok. Banyak pelaku pasar dan investor berharap BI akan kembali memangkas tingkat suku bunga sebanyak 25 basis poin (bps). Hal ini didorong oleh tingginya ekspektasi terhadap potensi pemangkasan tingkat suku bunga lanjutan The Fed yang akan diadakan pada tanggal 29 November mendatang.
Selain itu, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) akan menanamkan 80 persen dari total dana kelolaan 10 miliar dollar AS atau senilai Rp 165 triliun di dalam negeri pada 2025. Investasi difokuskan pada pasar modal, baik melalui pembelian saham dan obligasi BUMN maupun mendorong lebih banyak BUMN untuk melakukan initial public offering (IPO).
"Berdasarkan analisis teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance di level 8.020 sampai 8.270," kata dia dalam analisisnya, Selasa (21/10/2025).
IHSG Mengalami Penguatan Signifikan
Sementara itu, analis MNC Sekuritas T. Herditya Wicaksana menyatakan bahwa IHSG menguat cukup signifikan sebesar 2,19 per ke 8.088 dan disertai dengan munculnya volume pembelian serta telah mencapai area penguatan. Meskipun demikian, posisi IHSG masih rawan kembali terkoreksi menuju 7.700 hingga 7.830.
"Namun masih terdapat peluang IHSG menguat ke rentang 8.122-8.195," ucap dia.
Kondisi Bursa Asia
Kemudian, bursa kawasan Asia hari ini mayoritas dibuka menguat. Strait Times naik 1,36 persen (58,71 poin) di level 4.387,64, Shanghai Composite naik 0,62 persen (23,96 poin) di level 3.887,85. Sementara itu, Nikkei naik 1,43 persen (705,69 poin) di level 49.891,19, Hang Seng naik 1,56 persen (402,91 poin) di level 25.261,74.
Rupiah Mengalami Penguatan
Adapun nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini mengalami penguatan. Berdasarkan data Bloomberg, pukul 09.27 WIB rupiah berada pada level Rp 16.572 per dollar AS. Rupiah menguat 3,00 poin atau 0,02 persen dibanding penutupan sebelumnya yaitu Rp 16.575 per dollar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, nilai tukar rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dollar AS hari ini. Ia menjelaskan, penguatan rupiah terjadi di tengah harapan investor akan meredanya tensi antara China dan Amerika Serikat (AS). Rencananya, dua delegasi negara tersebut akan segera bertemu. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dijadwalkan bertemu pekan depan.
Namun demikian, Lukman mengingatkan, penguatan akan terbatas mengingat investor wait and see menantikan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDGBI) besok dan data inflasi AS akhir pekan ini.
"Range pergerakan rupiah hari ini berkisar antara 16.500-16.600," ungkap dia.