IHSG Naik 0,58 Persen di Pembukaan

admin.aiotrade 10 Nov 2025 3 menit 10x dilihat
IHSG Naik 0,58 Persen di Pembukaan

Pergerakan IHSG Pada Senin Pagi

Pada hari Senin, 10 November 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penguatan pada sesi pagi. Pelaku pasar tampak bersikap "wait and see" terhadap berbagai data perekonomian baik domestik maupun global.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

IHSG dibuka dengan kenaikan sebesar 48,73 poin atau 0,58 persen ke posisi 8.443,32. Sementara itu, indeks LQ45 yang terdiri dari 45 saham unggulan juga mengalami kenaikan sebesar 5,38 poin atau 0,63 persen menjadi 858,88.

Menurut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam laporan mereka di Jakarta, Senin, perhatian investor tertuju pada rilis data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dan Indeks Penjualan Riil (IPR). Kedua indikator ini sangat penting untuk mengevaluasi kondisi ekonomi nasional.

Data Ekonomi Dalam Negeri

Dari dalam negeri, pelaku pasar sedang menantikan rilis data IKK dan IPR periode Oktober 2025 oleh Bank Indonesia (BI). Data ini akan menjadi indikator utama untuk melihat kekuatan konsumsi rumah tangga sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, data ekonomi domestik juga menjadi fokus utama karena dapat memengaruhi kepercayaan investor terhadap pasar modal di Indonesia.

Data Ekonomi Global

Di tingkat global, pelaku pasar menantikan dua data penting pada pekan ini, yaitu inflasi AS periode Oktober 2025 dan data ekonomi China. Inflasi AS yang stabil di level 3,0 persen atau lebih rendah bisa memicu pemangkasan suku bunga oleh The Fed, yang berpotensi melemahkan dolar AS dan menguatkan IHSG serta rupiah.

Namun, jika inflasi AS naik menjadi 3,1-3,2 persen (yoy), dolar AS berpotensi menguat dan rupiah bisa mengalami tekanan.

Di sisi lain, para ekonom memperkirakan bahwa government shutdown di AS telah menyebabkan penurunan sekitar 60 ribu pekerjaan dan kenaikan tingkat pengangguran menjadi 4,5 persen. Government shutdown juga mulai berdampak pada aktivitas ekonomi riil.

Dampak Government Shutdown di AS

Menteri Transportasi AS Sean Duffy mengumumkan bahwa 10 persen penerbangan di 40 bandara besar akan dipangkas akibat kekurangan pengendali lalu lintas udara yang bekerja tanpa gaji sejak Oktober. Sebanyak 3.500 hingga 4.000 penerbangan per hari terancam terdampak, dan hingga Jumat pagi lebih dari 700 penerbangan telah dibatalkan.

Pergerakan Bursa Saham Eropa

Pada perdagangan 7 November 2025, bursa saham Eropa ditutup melemah. Di antaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,80 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,55 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,69 persen, serta indeks CAC Prancis melemah 0,18 persen.

Pergerakan Bursa Saham AS

Sementara itu, bursa saham AS di Wall Street ditutup variatif pada 7 November 2025. Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,16 persen ke level 46.987,10, indeks S&P 500 menguat 0,13 persen ke level 6.728,80, dan indeks Nasdaq Composite melemah 0,28 persen ke level 25.059,81.

Pergerakan Bursa Saham Regional Asia

Bursa saham regional Asia pagi ini juga menunjukkan pergerakan yang berbeda. Indeks Nikkei menguat 518,63 poin atau 0,97 persen ke 50.768,00. Indeks Shanghai menguat 59,00 poin atau 0,13 persen ke 4.002,42. Indeks Hang Seng menguat 126,67 poin atau 0,34 persen ke 26.382,50. Namun, indeks Strait Times melemah 30,81 poin atau 0,69 persen ke 4.461,07.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan