IHSG Naik 4,50% dalam Seminggu, Capai 8.271, Pasar Tembus Rp15.234 Triliun

admin.aiotrade 24 Okt 2025 3 menit 24x dilihat
IHSG Naik 4,50% dalam Seminggu, Capai 8.271, Pasar Tembus Rp15.234 Triliun

Penguatan IHSG dan Perkembangan Pasar Modal

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penguatan signifikan selama perdagangan pekan ini, yang berlangsung dari 20 hingga 24 Oktober 2025. IHSG berada di zona hijau dengan naik sebesar 4,50% ke level 8.271,72. Sementara itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) juga mencatat peningkatan, yaitu sebesar 3,31% menjadi Rp15.234 triliun dari sebelumnya Rp14.746 triliun.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

P.H Sekretaris Perusahaan BEI, Aulia Noviana Utami Putri, menjelaskan bahwa IHSG pada akhir pekan ini ditutup dengan kenaikan 4,50% dibandingkan posisi sebelumnya, yaitu 7.915,65. Hal ini menunjukkan tren positif dalam aktivitas pasar modal selama seminggu terakhir.

Meskipun ada penguatan pada IHSG dan kapitalisasi pasar, rata-rata volume transaksi harian Bursa mengalami penurunan sebesar 19,70%, yaitu turun menjadi 30,47 miliar lembar dari 37,95 miliar lembar pada pekan sebelumnya. Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian juga mengalami penurunan sebesar 18,85% menjadi Rp22,28 triliun dari Rp27,46 triliun.

Selain itu, rata-rata frekuensi transaksi harian Bursa juga mengalami penurunan sebesar 12,91% menjadi 2,36 juta kali transaksi dari 2,71 juta kali transaksi pada pekan lalu. Meski demikian, investor asing tetap aktif dalam membeli saham. Pada Jumat (24/10/2025), investor asing mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp1,15 triliun. Sepanjang tahun 2025, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp47,31 triliun.

Pengembangan Obligasi dan Sukuk di BEI

Selama sepekan, BEI mencatatkan penerbitan dua obligasi dan satu sukuk baru. Pada Rabu (22/10), PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. meluncurkan Obligasi Berkelanjutan VII Adira Finance Tahap II Tahun 2025 senilai Rp1,65 triliun, serta Sukuk Mudharabah Berkelanjutan VI Adira Finance Tahap II Tahun 2025 senilai Rp700 miliar. Kedua instrumen tersebut mendapatkan peringkat idAAA (Triple A) dan idAAA(sy) (Triple A Syariah) dari PEFINDO, sementara PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. bertindak sebagai wali amanat.

Pada Jumat (24/10), BEI juga mencatatkan Obligasi Berkelanjutan III Sinar Mas Multiartha Tahap IV Tahun 2025 yang diterbitkan oleh PT Sinar Mas Multiartha Tbk. dengan nilai nominal Rp1,05 triliun. Obligasi ini memiliki peringkat irAA (Double A) dari PT Kredit Rating Indonesia, dengan PT Bank KB Bukopin Tbk. sebagai wali amanat.

Secara kumulatif, sepanjang tahun 2025, BEI telah mencatat 147 emisi obligasi dan sukuk dari 72 emiten dengan total nilai Rp171,54 triliun. Dengan tambahan pencatatan tersebut, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI kini mencapai 649 emisi dari 137 emiten, dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp531,23 triliun dan US$129,79 juta.

Penyediaan Surat Berharga Negara dan EBA

Selain itu, BEI mencatatkan Surat Berharga Negara (SBN) sebanyak 191 seri dengan nilai nominal Rp6.423,84 triliun dan US$352,10 juta. Sementara itu, Efek Beragun Aset (EBA) yang tercatat di BEI berjumlah 7 emisi dengan total nilai Rp2,13 triliun.

Dengan perkembangan ini, Bursa Efek Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang stabil dalam berbagai instrumen pasar modal. Namun, pembaca diminta untuk tetap hati-hati dalam pengambilan keputusan investasi. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca, dan aiotrade tidak bertanggung jawab atas segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan