PT Asuransi Jiwa BCA atau BCA Life terus mempertahankan strategi investasi yang selektif dan hati-hati dalam mengelola portofolio. Meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan peningkatan kinerja, perusahaan tetap berkomitmen pada pendekatan yang seimbang antara potensi imbal hasil dan stabilitas portofolio.
Presiden Direktur dan CEO BCA Life, Eva Agrayani, menjelaskan bahwa strategi ini dirancang untuk menjaga kesesuaian dengan profil liabilitas jangka panjang perusahaan. "Tujuan utamanya adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan hasil investasi dan stabilitas portofolio," ujarnya kepada aiotrade, Selasa (16/12/2025).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Eva menyatakan bahwa meskipun pasar modal sedang meningkat, penyesuaian eksposur investasi saham dapat dilakukan secara bertahap dan oportunistik. Namun, prinsip kehati-hatian tetap menjadi prioritas utama dalam pengambilan keputusan investasi.
Strategi investasi BCA Life telah memberikan dampak positif terhadap hasil investasi perusahaan. Pada November 2025, hasil investasi mencapai Rp 219,11 miliar, naik 38% dibandingkan pencapaian November 2024 sebesar Rp 159,27 miliar. Angka ini menunjukkan ketangguhan strategi yang diterapkan oleh perusahaan.
Eva menjelaskan bahwa pertumbuhan hasil investasi tersebut didorong oleh pengelolaan aset yang prudent, terdiversifikasi, dan adaptif di tengah volatilitas pasar. Komposisi portofolio investasi BCA Life terdiri dari beberapa instrumen utama:
- Surat Berharga Negara (SBN) yang mendominasi sekitar 65% dari total portofolio atau senilai Rp 2,77 triliun
- Obligasi korporasi sebesar 18%
- Deposito berjangka sebesar 13%
Total investasi BCA Life pada November 2025 tercatat sebesar Rp 4,27 triliun, tumbuh 43% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Komposisi investasi ini memungkinkan perusahaan untuk memperoleh arus hasil yang relatif stabil sambil tetap menjaga risiko terkendali. Hal ini berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan hasil investasi yang signifikan.
Dengan strategi yang terukur dan komposisi portofolio yang seimbang, BCA Life berhasil mempertahankan kinerja investasi yang baik meskipun menghadapi tantangan pasar yang dinamis. Perusahaan terus berupaya untuk memastikan bahwa setiap keputusan investasi tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga sesuai dengan prinsip kehati-hatian dan tanggung jawab sosial.