
aiotrade, JAKARTA — Pada perdagangan hari ini, Selasa (16/12/2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka dengan kenaikan sebesar 0,47% ke level 8.690,57. Pergerakan IHSG tercatat berada dalam rentang antara 6.029 hingga 7.042. Total volume perdagangan saham mencapai 1,47 miliar lembar dengan nilai transaksi sebesar Rp879,90 miliar dan frekuensi perdagangan sebanyak 115.614 kali.
Dari data RTI Business pukul 09.01 WIB, tercatat sebanyak 270 saham menguat, 159 saham melemah, dan 209 saham stagnan. Kapitalisasi pasar Bursa mencapai Rp15.900 triliun. Dari jajaran emiten big caps, saham BBRI menguat 0,26% atau 10 poin ke level harga Rp3.790 per lembar. Saham TLKM naik 1,44% atau 50 poin ke posisi Rp3.520 per lembar, sedangkan saham ANTM juga menguat 1,32% atau 40 poin ke level Rp2.990 per lembar.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Sementara itu, beberapa saham mengalami penurunan. Contohnya saham BUMI yang turun 3,49% ke posisi Rp332 per lembar, serta saham BBCA yang terkoreksi 0,30% menuju level Rp8.275 per lembar.
Di antara saham-saham yang menguat pada pagi hari, MBSS menjadi salah satu top gainers dengan kenaikan sebesar 25% atau 560 poin ke level harga Rp2.800 per lembar. Saham KONI juga melonjak 24,56% atau 700 poin ke posisi Rp3.550 per lembar. Tak ketinggalan, saham HDFA juga terbang 23,42% atau 37 poin ke level harga Rp195 per lembar.
Prediksi Analis MNC Sekuritas
Sebelumnya, Tim analis MNC Sekuritas memprediksi bahwa indeks komposit berisiko mengalami koreksi di rentang 8.464-8.560 pada perdagangan hari ini, setelah sempat berada di zona merah pada penutupan perdagangan kemarin. IHSG melemah 0,13% ke level 8.649 pada penutupan perdagangan Senin (15/12/2025), disertai tekanan jual.
Menurut MNC Sekuritas, saat ini IHSG sedang berada di akhir wave [iii] dari wave 5 pada label hitam, sehingga selanjutnya IHSG rawan terkoreksi dahulu untuk menguji 8.464-8.560 sekaligus menutup area gap tipisnya. "Namun, worst case (merah), IHSG sudah menyelesaikan wave (1) dan akan terkoreksi cukup dalam ke area 8.000an", ujar Tim Analis MNC Sekuritas dalam riset harian, Selasa (16/12/2025).
Level support IHSG diperkirakan berada di kisaran 8.553, 8.493, sedangkan level resistansi berada pada rentang 8.714, 8.821.
Fokus Pasar pada Data Ekonomi
Tim Riset Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa fokus perhatian pasar pada pekan ini adalah dirilisnya beberapa data ekonomi penting dari AS. Data tersebut seperti nonfarm payrolls bulan Oktober dan November 2025. Selain itu, juga dijadwalkan akan dirilis sejumlah data ekonomi lainnya seperti retail sales, inflasi, dan indeks PMI.
Investor juga akan menantikan keputusan kebijakan moneter dari ECB, BoE, dan BoJ pada pekan ini. Dari domestik, investor akan menantikan hasil RDG Bank Indonesia dan pertumbuhan kredit perbankan pada Rabu (17/12/2025).
"Sejumlah aksi korporasi emiten diperkirakan juga akan masih menjadi salah satu pendorong pergerakan IHSG," tulis Phintraco Sekuritas, Senin (15/12/2025).
Analisis Teknis dan Rekomendasi Saham
Secara teknikal, terjadi pelebaran histogram negatif MACD pada IHSG. Di lain sisi, pelemahan Stochastic RSI mulai melandai dan mendekati level oversold. IHSG masih di bawah level MA5.
Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi mengalami konsolidasi pada kisaran level 8.550-8.700 di pekan ini. Sejumlah saham yang menjadi top picks Phintraco Sekuritas pekan ini adalah INDY, BRPT, TINS, MEDC, INKP, dan MDKA.
Disclaimer
Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. aiotrade tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.