
aiotrade,
JAKARTA — Pada perdagangan hari ini, Senin (22/12/2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka dengan kenaikan ke level 8.633,78. Pergerakan IHSG tercatat menguat sebesar 0,28% dari posisi awalnya di 8.629,25 pada pukul 09.05 WIB.
Pada sesi awal perdagangan, IHSG bergerak dalam rentang antara 8.625,59 hingga 8.641,07. Sementara itu, kapitalisasi pasar atau market cap mencapai Rp15.830 triliun.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Beberapa saham yang memiliki volume transaksi tinggi juga turut mengalami kenaikan. Contohnya, saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) naik sebesar 6,98%. Selain itu, saham PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) menguat 4,59%, sedangkan PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) bertambah 3,10%.
Saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) juga mengalami kenaikan sebesar 1,95%, sementara saham PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) naik 4,10%.
Pergerakan IHSG pada perdagangan sebelumnya, Jumat (19/12/2025), ditutup melemah sebesar 0,59% ke level 8.609.
Equity Analyst dari PT Indo Premier Sekuritas, David Kurniawan, menyampaikan bahwa ada beberapa sentimen yang akan memengaruhi pergerakan IHSG selama pekan ini, yaitu 22-24 Desember 2025. Salah satu isu utama adalah ancaman batalnya Framework Agreement antara Amerika Serikat dan Indonesia. Hal ini disebabkan oleh anggapan bahwa Indonesia dianggap mundur dari komitmen yang telah disepakati pada Juli 2025.
Meski begitu, David tetap optimistis bahwa peluang IHSG untuk menyentuh level 9.000 masih terbuka. Meskipun hanya tersisa lima hari perdagangan hingga akhir tahun 2025, ia menilai kondisi pasar bisa berubah jika beberapa faktor mendukung.
Faktor-faktor tersebut antara lain:
Adanya belanja pemerintah dan kebijakan fiskal yang signifikan
Pelonggaran moneter yang berkelanjutan
Pemulihan kondisi global serta stabilitas makroekonomi
Re-rating valuasi saham
* Perbaikan kinerja perusahaan dan peningkatan minat investor
Sebagai informasi tambahan, berita ini tidak bertujuan untuk mendorong pembelian atau penjualan saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. aiotrade tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi yang diambil oleh pembaca.