IHSG Naik, Tunggu Keputusan BI: BBCA, PTRO, HRUM Jadi Pilihan Analis

admin.aiotrade 17 Nov 2025 4 menit 13x dilihat
IHSG Naik, Tunggu Keputusan BI: BBCA, PTRO, HRUM Jadi Pilihan Analis


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (17/11) mengalami penguatan di tengah sikap para pelaku pasar yang bersikap wait and see terhadap Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI). IHSG dibuka dengan kenaikan sebesar 25,72 poin atau 0,31% ke posisi 8.396,16. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 juga mengalami kenaikan sebesar 2,35 poin atau 0,28 persen ke posisi 846,48.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menyampaikan bahwa dalam jangka pendek, IHSG masih berpotensi melemah dan menguji level 8.300-8.325. Namun, dalam jangka menengah panjang, IHSG masih dalam kondisi bullish.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dari dalam negeri, pelaku pasar sedang menantikan hasil RDG BI yang akan digelar pada Rabu (19/11). Pasar juga memperhatikan data pertumbuhan kredit serta data uang beredar (M2/money supply) periode Oktober 2025.

Di sisi lain, ada kabar mengenai anggota Dewan Gubernur The Fed yang mundur, diduga terlibat skandal perdagangan saham. Selain itu, ramai isu mengenai IPO Superbank, yang mendapat respons dari OJK dan BEI. OJK juga akan meningkatkan free float menjadi 25% secara bertahap, dengan skema yang telah ditentukan.

Dari mancanegara, pekan ini pelaku pasar akan mencermati data ekonomi dari Amerika Serikat (AS), setelah berakhirnya government shutdown. Sebelumnya, kekhawatiran bahwa The Fed tidak akan menurunkan suku bunga pada pertemuan Desember 2025 semakin menambah tekanan bagi Bursa AS pekan lalu. Pasar sudah mengharapkan adanya pemangkasan suku bunga lagi.

Adanya beberapa data ekonomi AS Oktober 2025 yang tidak dirilis akibat shutdown, meskipun shutdown telah berakhir, juga menjadi faktor negatif. Pada perdagangan Jumat (14/11/2025) kemarin, bursa saham Eropa ditutup kompak melemah, antara lain Euro Stoxx 50 melemah 0,85 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,80 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,69 persen, serta indeks CAC Prancis melemah 0,76 persen.

Bursa saham AS di Wall Street juga ditutup mayoritas melemah pada Jumat (14/11/2025), di antaranya Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,65 persen ditutup di level 47.147,48, indeks S&P 500 melemah 0,05 persen ke level 6.734,11, indeks Nasdaq Composite menguat 0,06 persen ditutup di level 25.008,24.

Sementara itu, bursa saham regional Asia pagi ini mengalami penurunan, antara lain indeks Nikkei melemah 317,03 poin atau 0,56 persen ke 50.071,50, indeks Shanghai melemah 20 36 poin atau 0,52 persen ke 3.969,45, indeks Hang Seng melemah 143,96 poin atau 0,51 persen ke 26.398,50, dan indeks Strait Times melemah 4,57 poin atau 0,12 persen ke 4.540,48.

Saham Pilihan Analis

Analis BinaArtha Sekuritas, Ivan Rosanova, menyatakan bahwa IHSG saat ini membentuk pola contracting triangle setelah memasuki fase konsolidasi selama sepekan. Menurutnya, indeks masih berada pada area kuat karena bergerak di atas level support 8.332. IHSG berpotensi mengonfirmasi kelanjutan tren naik apabila mampu menembus level 8.443.

Ivan memetakan level support indeks di 8.332, 8.255, 8.163, dan 8.061, sementara resistance berada pada 8.486, 8.595, dan 8.703. Ia menambahkan bahwa indikator MACD berada pada kondisi netral.

Dalam penjelasannya kepada investor, Ivan mengingatkan bahwa support merupakan area harga yang diyakini menjadi titik terendah sebelum harga kembali naik karena peningkatan pembelian, sedangkan resistance adalah titik tertinggi yang biasanya memicu aksi jual. Adapun MACD adalah indikator yang mengukur kekuatan tren; garis yang menanjak menandakan momentum beli yang masih kuat.

Berdasarkan kondisi tersebut, Ivan merekomendasikan beberapa saham yang patut dicermati. Untuk PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), ia menyarankan investor melakukan hold dengan target harga terdekat 8.700. Sementara itu, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) direkomendasikan beli pada kisaran 4.350–4.500 dengan target 4.920. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) disarankan untuk trading jangka pendek di level 3.590–3.690 dengan target 3.990.

Untuk PT Vale Indonesia Tbk (INCO), rekomendasinya adalah hold dengan target 4.600. Adapun PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) direkomendasikan untuk trading pada rentang 2.360–2.480 dengan target 2.900.

Dari sisi lain, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama menilai IHSG masih berada dalam fase uptrend. Menurutnya, sinyal positif terlihat dari moving average (MA) 20 hari dan 60 hari yang membentuk positif crossover.

Ia menambahkan bahwa pelaku pasar turut menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pekan ini sebagai faktor penentu arah indeks selanjutnya. Dari pasar global, sentimen positif datang dari Amerika Serikat setelah pemerintah federal resmi keluar dari penutupan pemerintahan (shutdown) selama 43 hari, yang merupakan periode terpanjang dalam sejarah negara tersebut.

Mengacu pada analisisnya, Nafan merekomendasikan tiga saham untuk dicermati investor, yaitu PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dengan rekomendasi beli di level 930–970 dan target harga 985, 1.035, dan 1.265; PT Harum Energy Tbk (HRUM) beli di level 970–1.030 dengan target 1.045, 1.085, dan 1.190; serta PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) beli di kisaran 1.525–1.660 dengan target 1.700, 1.835, hingga 2.540.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan