
IHSG Mencatat Rekor Tertinggi Baru
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatat rekor baru pada hari Jumat (7/11). IHSG menguat sebesar 57,53 poin atau 0,69 persen menjadi 8.394,59 pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Angka ini merupakan penutupan tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH).
Pada sesi perdagangan tersebut, IHSG sempat menyentuh ATH baru di level 8.398,76 sebelum akhirnya ditutup sedikit turun dari level tersebut. Investor asing mencatatkan net buy atau beli bersih sebesar Rp 918,30 miliar di seluruh pasar saat IHSG menguat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Net buy asing di pasar reguler mencapai Rp 876,20 miliar, sementara net buy asing di pasar negosiasi sebesar Rp 42,10 miliar. Saham-saham dengan net buy terbesar dari investor asing hari ini antara lain:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai net buy sebesar Rp 339,2 miliar
- PT Petrosea Tbk (PTRO) dengan nilai net buy sebesar Rp 221,3 miliar
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dengan nilai net buy sebesar Rp 155,7 miliar
Sementara itu, saham-saham yang mengalami net sell terbesar dari investor asing adalah:
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan nilai net sell sebesar Rp 100,9 miliar
- PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) dengan nilai net sell sebesar Rp 52,4 miliar
- PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) dengan nilai net sell sebesar Rp 49,8 miliar
Top gainers LQ45 kemarin meliputi:
- PT Indosat Tbk (ISAT) dengan kenaikan sebesar 8,86%
- PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) dengan kenaikan sebesar 8,51%
- PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) dengan kenaikan sebesar 4,37%
Sedangkan top losers LQ45 terdiri dari:
- PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dengan penurunan sebesar -4,96%
- PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dengan penurunan sebesar -3,47%
- PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dengan penurunan sebesar -3,44%
Tujuh indeks sektoral berkontribusi terhadap kenaikan IHSG ke rekor tertinggi baru. Beberapa sektor yang mengalami kenaikan signifikan antara lain:
- Sektor infrastruktur naik 2,42%
- Sektor properti dan real estat naik 1,98%
- Sektor energi naik 1,81%
- Sektor teknologi naik 1,05%
- Sektor kesehatan naik 0,57%
- Sektor keuangan naik 0,41%
- Sektor barang baku naik 0,19%
Di tengah penguatan IHSG, empat sektor mengalami penurunan, yaitu:
- Sektor barang konsumsi primer melemah 0,70%
- Sektor transportasi dan logistik turun 0,38%
- Sektor perindustrian terpangkas 0,27%
- Sektor barang konsumsi nonprimer turun 0,20%
Total volume transaksi bursa mencapai 26,36 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 15,68 triliun. Meski IHSG menguat signifikan, lebih banyak saham yang mengalami penurunan harga dibandingkan yang menguat.
Sebanyak 319 saham turun harga, sementara 288 saham menguat dan 202 saham flat. IHSG berhasil mengakumulasi kenaikan sebesar 2,83% dalam sepekan terakhir. Sejak awal tahun, IHSG telah menguat sebesar 18,57%.