IHSG Rekor, Saham Multibagger Tahun Ini

admin.aiotrade 10 Okt 2025 4 menit 14x dilihat
IHSG Rekor, Saham Multibagger Tahun Ini


aiotrade.app,
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada posisi yang menguat ke level 8.250,93 pada perdagangan kemarin, Jumat (9/10/2025). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG mengalami kenaikan sebesar 1,04% atau 84,90 poin, mencatat rekor tertinggi sepanjang masa di angka tersebut. Selama sesi perdagangan, indeks bergerak dalam rentang antara 8.159,94 hingga 8.272,63. Sebanyak 433 saham menguat, sementara 229 saham melemah dan 135 saham stagnan. Kapitalisasi pasar mencapai Rp15.481 triliun.

Penguatan indeks terutama didorong oleh saham-saham berkapitalisasi besar. Hal ini terjadi setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan kunjungan ke BEI. Dalam pertemuan dengan pelaku pasar, Purbaya membahas arah kebijakan ekonomi pemerintah serta upaya menjaga kesinambungan kebijakan fiskal dan moneter. “Pergerakan di pasar saham mencerminkan ekspektasi investor terhadap likuiditas di masa mendatang,” ujarnya saat menyambangi Gedung BEI.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Secara harian, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) menjadi penopang terbesar dengan kenaikan sebesar 6,09% ke Rp7.400 per saham. Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) naik 4,06% ke Rp4.100 per saham. Saham pelat merah lainnya seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) meningkat 3,76% ke Rp3.860, dan PT Astra International Tbk. (ASII) naik 3,49% ke Rp5.925.

Namun, tidak semua saham berkapitalisasi besar mengalami kenaikan. Beberapa di antaranya mengalami penurunan, seperti PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) yang turun 3,9% ke Rp14.775, serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) yang melemah 0,26% menjadi Rp105.125 per saham.

Sementara itu, saham-saham dengan kenaikan tertinggi harian adalah PT Multi Garam Utama Tbk. (FOLK) yang melonjak 34,19% ke Rp208, diikuti oleh PT Krida Jaringan Nusantara Tbk. (KJEN) yang naik 25% ke Rp290. Di sisi lain, saham dengan penurunan terdalam adalah PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk. (CENT) yang anjlok 14,53% ke Rp147, dan PT Multipolar Tbk. (MLPL) yang melemah 8,13% ke Rp226.

Menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, rekor IHSG terjadi karena kunjungannya ke lantai bursa. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak secara langsung menargetkan penguatan pasar modal, tetapi lebih memperkuat fondasi ekonomi nasional. “Mungkin 10 tahun lagi, seperti yang saya bilang tadi, IHSG to the moon,” ujarnya.

Selain itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menilai tren penguatan IHSG masih berpotensi berlanjut hingga akhir 2025. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi menyebut IHSG telah mencatat beberapa rekor all time high sepanjang tahun ini. “IHSG telah menguat 1,03 persen ke level 8.250,94 pada perdagangan hari ini, dan secara year to date naik 16,54 persen sejak awal tahun,” ujar Inarno dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK.

Menurutnya, fundamental ekonomi nasional yang kuat menjadi pendorong optimisme pelaku pasar. Kapitalisasi pasar juga mencatat rekor baru, yakni Rp15.453 triliun pada Kamis (9/10/2025). “OJK sambut baik optimisme penguatan IHSG dan optimisme ini akan berlanjut sampai akhir tahun. Ini sangat ditopang fundamental ekonomi kita,” ujarnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa pergerakan IHSG tidak hanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan kinerja emiten, tetapi juga oleh sentimen domestik maupun global. “OJK selalu mengingatkan keputusan berinvestasi diiringi kewaspadaan dan pengelolaan risiko yang baik,” kata Inarno.

Saat optimisme di pasar saham memuncak, sejumlah emiten menunjukkan kinerja prima dengan kenaikan hingga ratusan persen. Berdasarkan data perdagangan BEI, hingga perdagangan Kamis (9/10/2025), saham yang menjadi penopang kenaikan IHSG terdiri dari saham konglomerat seperti DCII hingga EMTK. Berikut daftar saham-saham yang menjadi penopang kenaikan IHSG:

  • DCII: Naik 565,80% dengan kontribusi +283,19 poin
  • DSSA: Naik 184,12% dengan kontribusi +261,77 poin
  • BRPT: Naik 347,83% dengan kontribusi +197,58 poin
  • MLPT: Naik 937,30% dengan kontribusi +73,53 poin
  • BRMS: Naik 173,12% dengan kontribusi +70,05 poin
  • CDIA: Naik 1.015,79% dengan kontribusi +58,05 poin
  • CUAN: Naik 100,15% dengan kontribusi +45,91 poin
  • ASII: Naik 20,92% dengan kontribusi +45,11 poin
  • BNLI: Naik 479,37% dengan kontribusi +39,81 poin
  • EMTK: Naik 193,70% dengan kontribusi +37,61 poin

Sedangkan saham pemberat IHSG ytd terdiri dari bank jumbo hingga perusahaan obat:

  • BBCA: Turun 21,96% dengan kontribusi -146,49 poin
  • BMRI: Turun 22,98% dengan kontribusi -115,81 poin
  • AMRT: Turun 32,63% dengan kontribusi -40,49 poin
  • BYAN: Turun 10,12% dengan kontribusi -35,49 poin
  • AMMN: Turun 12,68% dengan kontribusi -34,97 poin
  • BBRI: Turun 5,39% dengan kontribusi -32,30 poin
  • GOTO: Turun 21,43% dengan kontribusi -32,08 poin
  • ADRO: Turun 28,81% dengan kontribusi -17,68 poin
  • ICBP: Turun 20,00% dengan kontribusi -12,60 poin
  • KLBF: Turun 20,22% dengan kontribusi -12,16 poin

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan