
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Rawan Terkoreksi, Namun Ada Rekomendasi Saham yang Layak Diburu
Pada perdagangan saham awal pekan ini, Senin (8/12), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung rawan terkoreksi. Meski begitu, beberapa analis menilai bahwa ada sejumlah saham yang masih layak diburu oleh investor. Beberapa saham yang direkomendasikan antara lain PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Indika Energy Tbk (INDY).
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Analis MNC Sekuritas Indonesia, Herditya Wicaksana, menjelaskan bahwa skenario terbaik IHSG saat ini sedang berada di akhir wave (iii) dari wave [iii] untuk menguji level 8.709. Namun, ia memperingatkan adanya kemungkinan skenario terburuk di mana koreksi IHSG akan menguji level 8.410–8.516.
MNC Sekuritas menetapkan titik support dan resistance untuk IHSG. Titik support diperkirakan berada di 8.592 dan 8.553, sementara titik resistance terdekat berada di 8.709 dan 8.769.
Apa Itu Support dan Resistance?
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat harga menyentuh level ini, biasanya akan kembali naik karena daya beli saham meningkat.
Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.
Rekomendasi Saham dari MNC Sekuritas
MNC Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness pada beberapa saham. Untuk saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), investor dapat melakukan akumulasi beli di harga Rp 1.190–Rp 1.210 dengan target harga di Rp 1.310–Rp 1.415, serta stoploss di bawah Rp 1.155.
Untuk saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), rekomendasi buy on weakness diberikan di area Rp 6.600–Rp 6.825 dengan target harga di Rp 7.050–Rp 7.325, serta stoploss di bawah Rp 6.550.
Sementara itu, pada saham PT Indika Energy Tbk (INDY), disarankan untuk speculative buy pada level Rp 1.885–Rp 1.905 dengan target harga Rp 1.970 dan Rp 1.995, serta stoploss jika di bawah Rp 1.870.
Proyeksi dari Phintraco Sekuritas
Phintraco Sekuritas juga memberikan proyeksi serupa. Tekanan jual muncul karena pasar memasuki area jenuh beli, terlihat dari posisi candlestick yang mendekati upper Bollinger Band. Indikator MACD dan Stochastic RSI juga menunjukkan pelemahan momentum.
Meskipun demikian, IHSG masih berada dalam tren naik karena tetap bergerak di atas MA20, MA50, dan MA200. Untuk pekan ini, Phintraco memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 8.600–8.700.
Data Ekonomi Domestik yang Akan Dirilis
Dari sisi domestik, beberapa data indikator ekonomi akan dirilis pada pekan ini. Antara lain, penjualan sepeda motor bulan November 2025 (8/12), Indeks Keyakinan Konsumen bulan November 2025 (9/12), dan penjualan ritel bulan Oktober 2025 (10/12).
Phintraco Sekuritas merekomendasikan beberapa saham, yaitu PT Panin Financial Tbk (PNLF), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO).