IHSG Sesi I Naik 0,42%: INDF-SMMA Jadi Perhatian, BUMI-EMAS Melonjak

admin.aiotrade 10 Des 2025 2 menit 12x dilihat
IHSG Sesi I Naik 0,42%: INDF-SMMA Jadi Perhatian, BUMI-EMAS Melonjak


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun sebesar 0,42% ke level 8.693 pada perdagangan saham sesi pertama hari ini, Rabu (10/12). Dalam pergerakan tersebut, terdapat sebanyak 266 saham yang menguat, 402 saham terkoreksi, dan 132 saham yang tidak bergerak.

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai transaksi saham pada siang ini mencapai Rp 19,21 triliun dengan volume perdagangan sebesar 42,57 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 2,13 juta kali. Sementara itu, kapitalisasi pasar IHSG di awal hari ini mencapai Rp 16.002 triliun.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Beberapa saham mengalami peningkatan signifikan dalam transaksi. Salah satunya adalah saham Grup Salim, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), yang mencatatkan crossing di level Rp 6.912 dengan nilai transaksi sebesar Rp 122,73 miliar. Selain itu, saham PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) juga mengalami crossing di level Rp 10.213 dengan nilai transaksi sebesar Rp 100,25 miliar.

Beberapa isu menarik juga muncul dalam dunia pasar modal. Salah satunya adalah aturan demutualisasi yang akan segera diterapkan, yang kemungkinan akan membuka pintu bagi Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk melepas saham melalui IPO di bursa. Hal ini menjadi perhatian besar bagi investor dan pelaku pasar.

Di sisi lain, saham INET melonjak hingga 9,7% setelah dilepas dari suspensi. Peningkatan ini menunjukkan potensi kenaikan harga yang lebih tinggi. Namun, masih diperlukan analisis lebih lanjut untuk menentukan target harga baru.

Sementara itu, asing melakukan net sell senilai Rp 226 miliar saat IHSG merah. Meski begitu, beberapa saham seperti BUMI, DEWA, dan WIFI justru diborong oleh investor asing.

Dari sebelas sektor yang ada di BEI, enam sektor terpantau menguat. Sektor infrastruktur menjadi yang paling dominan dengan kenaikan sebesar 4,95%. Di antaranya, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) naik 1,29% ke harga Rp 1.180.

Di pasar Asia, bursa saham terpantau anjlok. Indeks Hang Seng turun 0,57%, Shanghai Composite turun 0,79%, Nikkei terperosok 0,53%, dan Straits Times melemah 0,32%. Pergerakan ini menunjukkan tekanan global terhadap pasar saham Asia.

Berikut adalah daftar saham top gainers:
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 21,32% ke Rp 330
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) naik 9,98% ke Rp 4.410
* PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) naik 9,68% ke Rp 850

Sementara itu, saham-saham top losers antara lain:
PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) turun 14,29% ke Rp 132
PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) turun 9,75% ke Rp 8.100
* PT Green Power Group Tbk (LABA) turun 6,43% ke Rp 160

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan