
Pergerakan IHSG Hari Ini
Pada perdagangan sesi I hari ini, Senin (6/10/2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah. Meskipun indeks mengalami penurunan, beberapa saham yang dimiliki oleh Prajogo Pangestu justru menunjukkan kinerja yang sangat positif.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut data Bursa pada pukul 12.29 WIB, IHSG turun sebesar 0,06% menjadi 8.113,59. Pada awal perdagangan, indeks bergerak di antara level 8.104,55 hingga 8.176,31. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 270 saham menguat, 445 saham melemah, dan 241 saham stagnan.
Kinerja Saham Prajogo Pangestu
Di antara saham-saham berkapitalisasi besar, PT Multipolar Technology Tbk. (MLPT) menjadi yang teratas dengan kenaikan sebesar 10,00% menjadi Rp197.225 per lembar. Diikuti oleh beberapa saham milik Prajogo Pangestu yang juga memberikan kontribusi positif terhadap laju indeks.
Contohnya, PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) menguat 9,54% menjadi Rp1.895, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) naik 4,16% menjadi Rp4.010, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) menguat 2,97% menjadi Rp7.800, serta PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) dan PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) masing-masing menguat 2,81% dan 1,31%.
Selain itu, kenaikan harga saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) sebesar 4,34% dan PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) yang naik 3,16% juga turut memperkuat indeks.
Penyebab Pelemahan IHSG
Meski ada kenaikan dari beberapa saham, pelemahan IHSG juga disebabkan oleh kinerja yang buruk dari sejumlah saham perbankan besar. Contohnya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) turun 0,74% menjadi Rp4.010, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) melemah 0,81% menjadi Rp3.660, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) turun 0,70% menjadi Rp4.280, dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) melemah 0,33% menjadi Rp7.500.
Selain itu, kinerja saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang turun 2,61%, PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) yang melemah 2,39%, PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) yang turun 1,91%, serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) yang terkoreksi 0,57% juga berkontribusi terhadap pelemahan indeks.
Proyeksi IHSG dari Analis
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi, memproyeksikan bahwa IHSG memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan menuju level resistance di 8.168 pada pekan ini. Sebelumnya, IHSG ditutup menguat 0,23% menjadi 8.118.
"Optimisme ini didorong oleh kombinasi faktor domestik seperti penguatan data konsumsi, penjualan kendaraan, dan stabilitas cadangan devisa, serta sentimen global positif dari potensi pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat," ujar Imam dalam riset mingguannya.
Namun, meskipun ada peluang penguatan, Imam menilai bahwa pekan ini tetap ada risiko koreksi jangka pendek. Hal ini bisa terjadi jika data domestik tidak sesuai ekspektasi atau jika pidato Federal Reserve bersikap hawkish. Selain itu, ketidakpastian global seperti harga komoditas dan arus modal asing bisa menyebabkan IHSG melemah dengan support di level 8.022.
Disclaimer
Berita ini tidak bertujuan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. aiotrade.app tidak bertanggung jawab atas segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.