
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan terus mengalami kenaikan dan mencetak rekor baru dalam perdagangan saham hari ini, Selasa (9/12). Para analis merekomendasikan beberapa saham unggulan seperti PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), serta PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) untuk dikoleksi oleh para investor.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pada perdagangan kemarin, IHSG berhasil mencatatkan rekor tertinggi atau all time high (ATH) dengan kenaikan sebesar 0,90% atau 77,93 poin, mencapai level 8.710. Menurut Herditya Wicaksana dari MNC Sekuritas Indonesia, IHSG masih memiliki peluang untuk naik pada hari ini karena meningkatnya volume pembelian. Namun, pergerakan indeks saat ini masih terbatas di area Fibonacci cluster yang juga menjadi level resistance.
Jika IHSG mampu menembus area tersebut, maka indeks berpotensi naik menuju kisaran 8.737 hingga 8.768. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan adanya koreksi minor ke rentang area 8.565 hingga 8.680.
MNC Sekuritas menetapkan support IHSG berada di 8.617 dan 8.592. Sementara resistance terdekat berada di 8.769 dan 8.809. Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham meningkat. Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.
MNC Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness pada sejumlah saham. Misalnya, untuk saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO), investor dapat melakukan akumulasi beli di harga Rp 3.910–Rp 3.960 dengan target harga Rp 4.060–Rp 4.170, serta level stoploss di bawah Rp 3.850. Untuk saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 2.250–Rp 2.300 dengan target harga di Rp 2.360–Rp 2.520, serta stoploss di bawah Rp 2.200. Sementara itu, untuk saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), disarankan speculative buy pada level Rp 1.365–Rp 1.420 dengan target harga Rp 1.500 dan Rp 1.656, serta stoploss jika di bawah Rp 1.325.
Phintraco Sekuritas juga melihat potensi berlanjutnya tren penguatan IHSG jika dilihat dari analisis teknikal berdasarkan indikator MACD dan Stochastic RSI yang menunjukkan meningkatnya volume beli. IHSG diperkirakan berpeluang menguji area 8.750–8.800 dalam waktu dekat. Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham-saham seperti PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).