aiotrade.CO.ID – JAKARTA.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah sebesar 0,55% ke level 8.537 dengan net foreign sell sebesar Rp238,83 miliar pada perdagangan Rabu (24/12/2025). Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan jual yang meningkat di pasar saham, terutama menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru. Dampak dari penurunan likuiditas transaksi membuat investor lebih hati-hati dalam mengambil posisi.
Secara teknikal, pada time frame 1 jam, IHSG membentuk pola descending triangle dengan area support di level 8.515 dan resistance di kisaran 8.560. Pola ini menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut jika harga tidak mampu menembus batas atas pola tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dalam laporan Sajian Pagi Menu Trading BRI Danareksa Sekuritas (Sapa Mentari) edisi Senin (29/12/2025), disebutkan bahwa minimnya katalis global maupun domestik membuat pergerakan IHSG masih cenderung wait and see. Investor cenderung memantau perkembangan pasar sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.
Rekomendasi Saham
GPRA – Buy on Breakout
Pergerakan saham GPRA berpotensi membentuk pola cup and handle apabila mampu menembus level neckline di 142. Jika berhasil breakout, target resistance terdekat berada di kisaran 151–161. Investor dapat mempertimbangkan untuk membeli saham ini setelah harga berhasil menembus level tersebut.
HRTA – Buy
Saham HRTA masih berada dalam tren bullish, sejalan dengan kenaikan harga emas dunia yang mencapai level all time high di sekitar US$ 4.500 per ons troi. HRTA berpeluang melanjutkan penguatan dengan target resistance di level 2.140–2.200. Investor dapat mempertimbangkan pembelian saham ini sebagai bagian dari strategi jangka pendek.
TEBE – Buy
Pergerakan saham TEBE cenderung sideways. Namun, harga terbaru berhasil breakout dari pola falling wedge, didukung oleh akumulasi broker. Saham ini berpotensi menguat menuju area resistance 2.530–2.650. Investor dapat memantau pergerakan saham ini dengan harapan terjadinya penguatan lebih lanjut.
PJHB – Sell
Saham PJHB masih berada dalam tren bearish, disertai peningkatan volume penjualan yang signifikan. Investor perlu mewaspadai potensi penurunan lanjutan dengan proyeksi support berikutnya di level 193. Strategi penjualan atau penghindaran posisi beli bisa menjadi pilihan bagi investor yang ingin mengurangi risiko kerugian.
[HRTA Chart]
by TradingView