IHSG Turun 0,86% Pekan Ini, Ini Faktor Penyebabnya

admin.aiotrade 14 Nov 2025 2 menit 12x dilihat
IHSG Turun 0,86% Pekan Ini, Ini Faktor Penyebabnya

Pergerakan IHSG Pada Pekan Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan pada Jumat (14/11/2025) dengan penurunan tipis. Pada akhir sesi, IHSG turun sebesar 0,02% atau 1,56 poin, berada di level 8.370,44. Selama sepekan terakhir, IHSG mengalami koreksi sebesar 0,86% atau setara 72,88 poin. Pergerakan ini menunjukkan fluktuasi yang cukup signifikan dalam pasar saham domestik, dipengaruhi oleh berbagai sentimen baik dari dalam maupun luar negeri.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Selama pekan ini, IHSG bergerak naik dan turun secara fluktuatif. Level tertinggi tercatat pada hari Senin (10/11/2025) dengan angka 8.478,15. Sementara itu, level terendah terjadi pada hari Selasa (11/11/2025) di posisi 8.338,40. Penutupan tertinggi pada pekan ini terjadi pada Rabu (12/11/2025), ketika IHSG mencapai 8.388,57.

Analis dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menjelaskan bahwa pelemahan IHSG sepanjang minggu ini disebabkan oleh tekanan jual, meskipun tren jangka menengah indeks masih cenderung naik. Ia menyatakan bahwa pergerakan IHSG selama seminggu ini memang disertai dengan tekanan jual, tetapi secara keseluruhan masih berada dalam tren positif.

Menurutnya, beberapa faktor utama yang memengaruhi pergerakan IHSG adalah:

  • Volatilitas rupiah terhadap dolar AS yang masih rentan terhadap koreksi.
  • Pergerakan harga emas global yang menguat, tetapi dibayangi oleh sentimen government shutdown di Amerika Serikat.
  • Pelemahan data tenaga kerja AS yang memicu kekhawatiran pasar akan tertundinya pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember.
  • Peningkatan Indeks Keyakinan Konsumen dan penjualan ritel Indonesia yang turut memengaruhi dinamika perdagangan.

Kombinasi dari sentimen global dan domestik ini membuat pasar cenderung waspada dan hati-hati dalam mengambil keputusan investasi.

Prediksi untuk Awal Pekan Mendatang

Herditya memperkirakan bahwa IHSG akan bergerak dalam fase konsolidasi pada awal pekan depan. Ia menyatakan bahwa indeks ini masih rawan melemah, dengan level support di 8.338 dan resistance di 8.442.

“IHSG masih rawan terkoreksi dalam fase konsolidasi, terutama jika area support tidak mampu bertahan,” ujarnya.

Dari sisi sentimen, investor diperkirakan masih akan mencermati arah rupiah yang berpotensi menguat, pergerakan harga emas yang mulai rawan koreksi, serta perkembangan lanjutan dampak after-effect dari government shutdown AS dan kebijakan The Fed.

Saham-Saham yang Menarik Diperhatikan

Herditya menilai beberapa saham berikut juga menarik dicermati dalam waktu dekat:

  • ESSA dengan target harga di kisaran Rp 710-Rp 760.
  • SSMS dengan kisaran harga Rp 1.570-Rp 1.690.
  • WINS dalam rentang Rp 454-Rp 478.

ESSA Chart
by TradingView

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan