IHSG Turun di Tengah Perpindahan Saham Investor

admin.aiotrade 15 Des 2025 2 menit 24x dilihat
IHSG Turun di Tengah Perpindahan Saham Investor


Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Senin sore ditutup melemah sebesar 10,83 poin atau 0,13 persen ke level 8.649,66. Pergerakan IHSG terjadi secara fluktuatif, awalnya berada di zona negatif sebelum menguat, namun akhirnya kembali melemah hingga penutupan sesi. Di sisi lain, indeks LQ45 yang terdiri dari 45 saham unggulan justru ditutup menguat sebesar 4,5 poin atau 0,53 persen menjadi 852,86.

Dalam pernyataannya di Jakarta, Senin, Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menjelaskan bahwa pelemahan IHSG terjadi karena adanya rotasi pilihan saham investor dari saham konglomerasi ke saham blue chip, terutama sektor perbankan. Hal ini sempat mendorong IHSG bergerak di zona positif. Namun, tekanan eksternal dan pelemahan nilai tukar rupiah menghambat penguatan lebih lanjut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Rupiah ditutup melemah di Rp16,667 per dolar AS di pasar spot (15/12). Saham sektor energi mencatatkan pelemahan terbesar, sedangkan saham sektor kesehatan membukukan penguatan terbesar," ujar Ratna.

Menurut proyeksi Ratna, IHSG akan cenderung sideways di kisaran 8.600 hingga 8.750 dalam waktu dekat. Hal ini disebabkan oleh pelaku pasar yang masih mencermati sentimen global dan domestik.

Di kawasan Asia, mayoritas indeks bursa ditutup melemah seiring perhatian investor terhadap data ekonomi China. Data industrial production China pada November tercatat melambat menjadi 4,8 persen secara tahunan (year on year/yoy) dari 4,9 persen yoy pada Oktober 2025, serta berada di bawah perkiraan 5,4 persen yoy.

Pertumbuhan penjualan ritel China juga melambat menjadi 1,3 persen yoy dari 2,9 persen yoy pada bulan sebelumnya, dan lebih rendah dari perkiraan 3,3 persen yoy. Capaian tersebut menjadi pertumbuhan penjualan ritel China paling lambat sejak Desember 2022, meskipun program stimulus pemerintah masih berlanjut.

Sementara itu, dari Jepang, indeks Tankan kuartal IV-2025 menunjukkan optimisme bisnis di kalangan produsen besar meningkat ke level tertinggi dalam empat tahun terakhir.

Pada perdagangan Senin, beberapa saham mencatatkan penguatan terbesar, antara lain PPRE, ERTX, DGIK, CSIS, dan KOKA. Sementara, saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar adalah BUVA, HDIT, ENRG, KIJA, dan TRIN.

Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 3.595.182 kali transaksi, dengan volume perdagangan mencapai 58,48 miliar lembar saham dan nilai transaksi sebesar Rp33,49 triliun. Sebanyak 340 saham menguat, 329 saham melemah, dan 132 saham tidak bergerak.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan