IHSG Turun, Investor Bisa Beli Saham Fundamental

admin.aiotrade 09 Okt 2025 3 menit 10x dilihat
IHSG Turun, Investor Bisa Beli Saham Fundamental

IHSG Melemah Tipis, Investor Disarankan Manfaatkan Koreksi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu (8/10/2025) ditutup sedikit melemah setelah mencetak rekor tertinggi sebelumnya. IHSG turun tipis 3,25 poin atau 0,04 persen ke level 8.166,03. Pelemahan ini terjadi seiring aksi ambil untung oleh investor dan penurunan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) ke posisi terendah sejak Mei 2022 di level 115.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Analis sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana mengatakan, secara keseluruhan, investor disarankan memanfaatkan koreksi jangka pendek ini untuk akumulasi bertahap di saham-saham berfundamental kuat. "Terutama yang bergerak di sektor energi, media, dan konsumsi, mengingat potensi penguatan IHSG masih terbuka menuju area resistance 8.247 dalam jangka dekat," kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis (9/10/2025).

Ia menambahkan, aktivitas perdagangan tetap aktif dengan nilai transaksi mencapai Rp 29,01 triliun, dan mencerminkan bahwa minat pasar masih cukup tinggi meskipun terjadi koreksi teknikal. Dari sisi kurs, Hendra bilang, rupiah berdasarkan JISDOR melemah ke Rp 16.606 per dollar AS. Hal itu menandakan tekanan eksternal dari penguatan dollar AS global masih terasa.

Namun, secara teknikal, IHSG masih bertahan di atas area support kuat di kisaran MA20 pada 8.044 hingga lower wedge di 8.000. "Sehingga peluang rebound masih terbuka apabila tekanan jual mereda," imbuh dia.

Pergerakan Sektor Energi dan Teknologi Membawa Pergeseran

Secara sektoral, saham-saham energi dan teknologi menjadi penopang pergerakan indeks. ADRO melonjak 12,12 persen di tengah sentimen positif dari kenaikan harga batu bara dan momentum ekspor yang meningkat. ANTM juga menguat 6,05 persen didorong ekspektasi positif terhadap harga emas yang menembus rekor baru di atas 4.000 dollar AS per troy ounce, serta prospek permintaan logam seiring tren transisi energi global.

Di sisi lain, saham-saham perbankan menjadi penekan IHSG, dengan BBCA terkoreksi 2,64 persen dan BMRI turun 0,93 persen akibat aksi profit taking investor asing. BREN juga turun 3,26 persen, menandakan rotasi sektor sementara dari saham-saham big cap ke sektor energi dan komoditas yang tengah menggeliat.

Rekomendasi Saham untuk Perdagangan Hari Ini

Untuk perdagangan Kamis, sejumlah saham masih menarik untuk dicermati. ADRO direkomendasikan buy dengan target 2.000 seiring kenaikan harga batu bara dan permintaan global yang stabil. Lalu, SCMA juga layak dikoleksi dengan target 500, didukung aksi korporasi grup EMTK yang terus menambah kepemilikan serta rumor positif mengenai rencana IPO Superbank dan platform Vidio yang dapat memperkuat ekosistem digital grup.

Sementara itu, saham MINA berpotensi teknikal rebound menuju resistance 270, dan CBDK menarik dengan target 8.000 seiring prospek pertumbuhan bisnis ritel premium yang menjanjikan. Investasi di saham-saham tersebut bisa menjadi pilihan strategis bagi investor yang ingin memanfaatkan kondisi pasar saat ini.

Kondisi Pasar dan Prospek Jangka Pendek

Meski IHSG mengalami pelemahan tipis, kondisi pasar tetap dinamis. Minat investor terhadap saham-saham sektor energi dan teknologi terus meningkat, sementara sektor perbankan sedang menghadapi tekanan. Namun, IHSG masih memiliki peluang untuk rebound jika tekanan jual berkurang.

Analisis teknikal menunjukkan bahwa IHSG berada di atas area support kuat, sehingga kemungkinan besar akan mengalami kenaikan dalam waktu dekat. Investor disarankan untuk tetap waspada dan memantau perkembangan pasar secara berkala agar dapat mengambil keputusan investasi yang tepat.

Dengan situasi pasar yang masih relatif stabil, investor dapat memanfaatkan koreksi jangka pendek untuk menambah portofolio saham yang berfundamental kuat. Saat ini, sektor energi dan teknologi tampaknya menjadi pilihan utama, sementara sektor lain seperti perbankan dan konsumsi masih membutuhkan pemantauan lebih lanjut.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan