IHSG Turun ke 8.370, BUMI, INET, BBCA Jadi Incaran Investor

admin.aiotrade 14 Nov 2025 2 menit 34x dilihat
IHSG Turun ke 8.370, BUMI, INET, BBCA Jadi Incaran Investor

Pergerakan IHSG dan Kondisi Pasar Saham

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada penutupan perdagangan akhir pekan ini, Jumat (14/11), dengan mengalami penurunan sebesar 1,56 poin atau 0,02% ke level 8.370. Data yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa nilai transaksi saham hari ini mencapai Rp 20,86 triliun, dengan volume perdagangan sebesar 45,30 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 2,46 juta kali.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 221 saham menguat, sementara 458 saham terkoreksi dan 136 saham tidak bergerak. Kapitalisasi pasar IHSG pada hari ini mencapai Rp 15.346 triliun.

Meskipun IHSG berada di zona hijau, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi saham teraktif hari ini. Nilai transaksi saham BUMI mencapai Rp 3,96 triliun dengan volume perdagangan sebesar 17,28 miliar saham. Harga sahamnya berada di level Rp 220 per saham.

Di posisi kedua, saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 1,25 triliun dengan volume perdagangan 2,55 miliar saham. Harga saham INET tercatat di Rp 510 per saham.

Selain itu, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga mengalami pergerakan signifikan. Nilai transaksi saham BBCA mencapai Rp 758,18 miliar dengan volume perdagangan sebesar 89,81 juta saham. Harga sahamnya ditutup di level Rp 8.425 per saham.

Pergerakan Sektor Saham dan Kinerja Bursa Asia

Dari sebelas sektor saham yang ada di BEI, sembilan sektor mengalami penurunan. Sektor industri menjadi yang paling terpuruk dengan penurunan sebesar 1,76%. Beberapa emiten di sektor ini mengalami penurunan, seperti PT United Tractors Tbk (UNTR) yang turun 0,71% ke harga Rp 28.050 per saham.

Sementara itu, bursa saham Asia secara keseluruhan mengalami penurunan. Indeks Shanghai Composite turun 0,97%, Nikkei terkoreksi 1,77%, Straits Times merosot 0,65%, dan Hang Seng mengalami penurunan sebesar 1,85%.

Saham Top Gainers dan Losers

Berikut adalah daftar saham-saham yang mengalami kenaikan terbesar:

  • PT Pakuan Tbk (UANG): Naik 19,90% ke Rp 6.025
  • PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA): Naik 7,41% ke Rp 116
  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Naik 5,19% ke Rp 3.040

Sementara itu, saham-saham yang mengalami penurunan terbesar antara lain:

  • PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA): Turun 5,29% ke Rp 985
  • PT Darma Henwa Tbk (DEWA): Turun 4,65% ke Rp 410
  • PT Surya Citra Media Tbk (SCMA): Turun 4,65% ke Rp 410

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan