IHSG Turun ke 8.675, BUMI, DEWA, BBCA Jadi Incaran Investor

admin.aiotrade 09 Des 2025 2 menit 14x dilihat
IHSG Turun ke 8.675, BUMI, DEWA, BBCA Jadi Incaran Investor


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 0,61% pada perdagangan saham sore ini, Selasa (9/12), dengan berakhir di level 8.675. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 250 saham menguat, sementara 432 saham terkoreksi dan 119 saham tidak mengalami perubahan harga.

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai transaksi saham pada hari ini mencapai Rp 26,17 triliun dengan volume perdagangan sebesar 54,20 miliar lembar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 3,11 juta kali. Sementara itu, kapitalisasi pasar IHSG hari ini mencapai angka Rp 15.939 triliun.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Meskipun IHSG mengalami penurunan, beberapa saham menjadi incaran para investor. Salah satunya adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), yang menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar di pasar reguler. Nilai transaksi saham BUMI mencapai Rp 3,20 triliun dengan volume sebesar 12,08 miliar lembar saham, ditutup pada harga Rp 272 per saham.

Selain BUMI, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) juga menunjukkan aktivitas tinggi dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,64 triliun dan volume perdagangan 3,32 miliar lembar saham pada harga Rp 505 per saham. Di sisi lain, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) juga masuk dalam daftar saham yang paling aktif, dengan nilai transaksi sebesar Rp 987,54 miliar dan volume perdagangan 242,59 juta lembar saham pada harga Rp 4.160 per saham.

Dari sektor perbankan, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp 920,67 miliar dengan volume perdagangan 113,05 juta lembar saham pada harga Rp 8.100 per saham. Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) memiliki nilai transaksi sebesar Rp 738,43 miliar dan volume perdagangan 201,08 juta lembar saham pada harga Rp 3.680 per saham.

Dari sebelas sektor yang ada di BEI, delapan sektor terpantau mengalami penurunan. Sektor barang baku menjadi yang paling terpuruk dengan penurunan sebesar 1,62%. Di antara saham-saham yang tergolong dalam zona merah, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun sebesar 1,68% ke level Rp 2.920 per lembar saham.

Di sisi lain, bursa saham Asia menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Indeks Hang Seng mengalami penurunan sebesar 1,29%, sedangkan Shanghai Composite turun 0,37%. Namun, Nikkei naik 0,14% dan Straits Times tumbuh 0,14%.

Berikut ini adalah saham-saham dengan kenaikan terbesar:

  • PT DCI Indonesia Tbk (DCII): Naik 1,65% ke harga Rp 245.000
  • PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA): Naik 9,48% ke harga Rp 11.725
  • PT Multipolar Technology Tbk (MLPT): Naik 0,52% ke harga Rp 72.500

Sementara itu, saham-saham dengan penurunan terbesar adalah sebagai berikut:

  • PT Gudang Garam Tbk (GGRM): Turun 5,07% ke harga Rp 14.050
  • PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK): Turun 4,77% ke harga Rp 8.975
  • PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP): Turun 6,82% ke harga Rp 8.200

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan