
aiotrade.CO.ID – JAKARTA.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan pada hari Kamis (11/12/2025). IHSG terkoreksi sebesar 0,92% atau turun 80,44 poin menjadi berada di level 8.620,48. Pada hari ini, pasar saham mengalami tekanan yang cukup signifikan, sehingga beberapa analis memberikan rekomendasi teknikal untuk perdagangan pada Jumat (12/12/2025). Berikut adalah ulasan lengkapnya:
Rekomendasi Teknikal untuk Saham-saham Tertentu
1. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
Saham ANTM tampak membentuk pola triangle yang menunjukkan kemungkinan koreksi lebih lanjut. Dalam hal ini, support Fibonacci terdekat berada di level 2790. Jika harga tidak turun di bawah level tersebut, maka kemungkinan besar tren akan membalik arah. Indikator MACD menunjukkan kondisi netral.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pada perdagangan Kamis (11/12/2025), ANTM ditutup melemah sebesar 1,37% atau 40 poin dengan harga Rp 2.890 per saham.
Rekomendasi: Hold atau Trading Buy
Support: Rp 2.790
Resistance: Rp 3.130
Analisis oleh Ivan Rosanova dari Binaartha Sekuritas:
ANTM Chart
by TradingView
2. PT Darma Henwa Tbk (DEWA)
Pergerakan DEWA masih dalam fase uptrend dan disertai dengan peningkatan volume pembelian. Indikator MACD berada di area positif sementara Stochastic memiliki peluang untuk naik ke area overbought.
Pada perdagangan Kamis (11/12/2025), DEWA ditutup menguat sebesar 9,88% atau 49 poin dengan harga Rp 545 per saham.
Rekomendasi: Buy on Weakness
Support: Rp 486
Resistance: Rp 575
Analisis oleh Herditya Wicaksana dari MNC Sekuritas:
DEWA Chart
by TradingView
3. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS)
EMAS menunjukkan formasi DOji candle yang menunjukkan ketidakpastian. Meskipun Stochastic berada di area overbought, RSI menguat dan volume perdagangan meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa saham ini rentan terhadap koreksi jika gagal break atas level Rp 4.520 hingga Rp 4.600 per saham.
Pada perdagangan Kamis (11/12/2025), EMAS ditutup menguat sebesar 1,12% atau 50 poin dengan harga Rp 4.500 per saham.
Rekomendasi: Sell On Strength
Support: Rp 4.300
Resistance: Rp 4.690
Analisis oleh Achmad Yaki dari BCA Sekuritas:
EMAS Chart
by TradingView