
Pergerakan Pasar Saham Indonesia pada Hari Kamis
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Kamis sore mengalami penurunan. Pelaku pasar sedang memantau situasi terkini terkait pembukaan kembali pemerintahan Amerika Serikat (AS). IHSG ditutup melemah sebesar 16,57 poin atau 0,20 persen, dengan posisi akhirnya berada di angka 8.372,00. Sementara itu, indeks LQ45 yang merupakan kelompok 45 saham unggulan juga turun sebesar 5,56 poin atau 0,66 persen menjadi 841,35.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Para investor tetap memperhatikan perkembangan di AS, khususnya terkait rencana untuk membuka kembali layanan pemerintah. Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia dalam laporan mereka menyebutkan bahwa situasi ini menjadi fokus utama para pelaku pasar.
Dari sisi internasional, rancangan undang-undang yang akan mengakhiri government shutdown selama 43 hari sedang dibahas oleh DPR AS. Gedung Putih memberi sinyal bahwa Presiden AS Donald Trump akan segera menandatangani RUU tersebut setelah disahkan oleh DPR AS. Analisis dari Kantor Anggaran Kongres (CBO) memprediksi bahwa government shutdown bisa menyebabkan penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) AS hingga sekitar US$ 11 miliar pada akhir 2026.
Di dalam negeri, aksi korporasi emiten seperti buyback saham, pembagian dividen interim, rights issue, private placement, dan akuisisi telah menjadi faktor positif bagi pasar saham Indonesia. Hal ini memberikan dorongan bagi investor untuk tetap optimis meski ada tekanan dari luar.
Pergerakan Sektor-Saham
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor mengalami penguatan. Sektor energi menjadi yang teratas dengan kenaikan sebesar 1,72 persen. Diikuti oleh sektor properti dan infrastruktur masing-masing naik sebesar 1,44 persen dan 1,13 persen.
Sementara itu, lima sektor mengalami pelemahan. Sektor industri menjadi yang paling dalam turun sebesar 1,33 persen, diikuti oleh sektor teknologi dan barang konsumen primer masing-masing turun sebesar 1,21 persen dan 0,62 persen.
Saham-Saham yang Mengalami Penguatan dan Pelemahan
Beberapa saham mengalami penguatan terbesar, antara lain SWID, BEER, CSIS, JECC, dan MORA. Sementara itu, saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar adalah TRON, KOBX, PJHB, UDNG, dan MGLV.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.737.987 kali transaksi. Jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 58,58 miliar lembar saham senilai Rp 23,57 triliun. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 314 saham mengalami kenaikan, 345 saham mengalami penurunan, dan 154 saham tidak bergerak nilainya.
Pergerakan Bursa Regional Asia
Pada hari yang sama, bursa saham regional Asia juga menunjukkan pergerakan yang berbeda-beda. Indeks Nikkei menguat sebesar 224,69 poin atau 0,44 persen, mencapai posisi 51.288,00. Indeks Shanghai juga menguat sebesar 29,36 poin atau 0,73 persen menjadi 4.029,50. Sementara itu, Indeks Hang Seng melemah sebesar 150,30 poin atau 0,56 persen ke posisi 27.073,03. Indeks Straits Times menguat tipis sebesar 2,10 poin atau 0,04 persen menjadi 4.570,30.