IHSG turun usai Fed potong suku bunga, ini prediksi hari ini (12/12)

admin.aiotrade 11 Des 2025 3 menit 12x dilihat
IHSG turun usai Fed potong suku bunga, ini prediksi hari ini (12/12)


Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan pada hari ini setelah The Fed memangkas suku bunga. IHSG turun sebesar 0,92% atau 80,44 poin, berada di level 8.620,48 pada penutupan perdagangan, Kamis (11/12/2025).

Total volume perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia mencapai 69,62 miliar dengan nilai transaksi sebesar Rp 34,13 miliar. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 500 saham mengalami penurunan, 201 saham naik, dan 98 saham lainnya stagnan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut Herditya Wicaksana, Head of Retail Research MNC Sekuritas, penurunan IHSG dipengaruhi oleh sektor infrastruktur, basic material, dan big banks. Penurunan tersebut terjadi dalam kondisi penguatan rupiah terhadap dolar AS serta pergerakan bursa Asia yang cenderung melemah.

Herditya menjelaskan bahwa penurunan IHSG disebabkan oleh aksi profit taking dari investor, serta memanasnya situasi geopolitik antara Jepang dan Tiongkok, serta AS dengan Venezuela.

Sementara itu, Alrich Paskalis Tambolang, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, menilai pelemahan IHSG disebabkan oleh sell on news setelah The Fed menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps), sesuai ekspektasi pasar. Namun, perkiraan The Fed hanya akan menurunkan suku bunga sekali pada tahun 2026 dinilai mengecewakan harapan pasar. Sebelumnya, pasar berharap ada dua hingga tiga kali penurunan suku bunga pada tahun 2026.

Alrich juga menyebutkan bahwa penurunan IHSG terkait dengan IPO PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) yang diminati investor. Hal ini memicu aksi profit taking karena investor membutuhkan likuiditas untuk ikut dalam IPO tersebut.

Dalam analisis teknikal, Herditya melihat peluang IHSG menguat pada perdagangan Jumat (12/12) dengan support di level 8.591 dan resistance di level 8.669. Pergerakan IHSG besok diperkirakan rebound secara teknikal, sementara investor masih memantau perkembangan geopolitik global.

Beberapa saham yang layak dicermati antara lain BBKP dengan target harga Rp 79 - Rp 82 per saham, NICL di kisaran Rp 1.175 - Rp 1.235 per saham, dan WIFI dengan target harga Rp 4.390 - Rp 4.530 per saham.

Alrich menilai secara teknikal, MACD membentuk deadcross yang mengindikasikan potensi pelemahan indeks masih berlanjut. Oleh karena itu, koreksi IHSG kemungkinan akan terus berlangsung pada perdagangan besok dan menguji level support di rentang 8.550-8.600.

Selain itu, rupiah menguat pada level Rp16.665 per dolar AS di perdagangan Kamis (11/12), seiring dengan pelemahan indeks dolar AS. Sementara itu, memanasnya bentrokan perbatasan antara Thailand dan Kamboja menjadi faktor negatif, karena berpotensi meningkatkan risiko geopolitik di kawasan ASEAN.

Investor juga akan menantikan pertemuan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada pekan depan (17/12/2025). Mereka akan memperhatikan pergerakan rupiah, apakah akan mampu membuat Bank Indonesia (BI) kembali menurunkan suku bunga pada pertemuan terakhir di tahun ini.

Alrich menyarankan investor untuk memperhatikan saham SMGR, INTP, RATU, PYFA, dan PTRO untuk perdagangan besok.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan