Ikuti Program KLIC 2025, Guru Manggar Belajar di Korea

admin.aiotrade 19 Okt 2025 4 menit 16x dilihat
Ikuti Program KLIC 2025, Guru Manggar Belajar di Korea
Ikuti Program KLIC 2025, Guru Manggar Belajar di Korea

Guru SMAN 1 Manggar Berangkat ke Korea Selatan untuk Program KLIC 2025

Jamilah Rachmaningsih, seorang guru dari SMAN 1 Manggar, Belitung Timur, telah berangkat menuju Korea Selatan untuk mengikuti program Korean e-learning Improvement Cooperation (KLIC) 2025. Program ini diinisiasi oleh Gangwon International Education Center (GIEC) dan bertujuan untuk memperkuat kerja sama pendidikan antar negara melalui pertukaran pengalaman dan inovasi.

Program KLIC 2025 mengundang 25 guru dari berbagai daerah di Indonesia untuk bergabung dalam rangkaian kegiatan yang mencakup observasi sekolah, diskusi akademis, serta pengalaman budaya. Tujuan utamanya adalah untuk memperluas wawasan para guru tentang sistem pendidikan modern dan teknologi digital yang diterapkan di Korea Selatan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Perjalanan dimulai dari Jakarta dengan semangat tinggi dan harapan besar. Setibanya di Negeri Ginseng, peserta langsung mengunjungi Bongdae Elementary School di wilayah Wonju. Sekolah dasar ini menjadi contoh nyata penerapan teknologi digital dalam pembelajaran tanpa mengabaikan aspek kemanusiaan dan karakter peserta didik. Para guru Indonesia, termasuk Jamilah, menyaksikan bagaimana proses belajar bisa efektif dan menyenangkan dengan pendekatan yang berpihak pada siswa.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan di Provinsi Gangwon, tempat peserta disambut secara resmi dalam upacara penyambutan di Gangwon-do International Education Center (GIEC). Pertemuan ini dihadiri oleh pejabat pendidikan Korea, perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia, serta seluruh peserta program. Dalam sambutan pembuka, GIEC menekankan pentingnya kerja sama lintas negara untuk memperkuat kualitas pendidikan dan memperluas wawasan global para guru.

Selanjutnya, rombongan melakukan kunjungan ke Sokcho Middle School, sebuah sekolah yang dikenal dengan metode pembelajaran kolaboratif dan berbasis proyek. Di sini, para peserta belajar bagaimana guru Korea mendorong kemandirian dan tanggung jawab siswa melalui kegiatan belajar yang menantang namun menyenangkan.

Kunjungan juga dilakukan ke Seorak High School, salah satu sekolah unggulan di kawasan Sokcho. Melalui observasi di sekolah ini, para peserta memahami bagaimana sistem pendidikan menengah di Korea menyeimbangkan tiga hal penting: keunggulan akademik, penguatan karakter, dan pemanfaatan teknologi digital.

Setelah rangkaian kegiatan akademik, peserta diajak mengunjungi pegunungan Seoraksan, destinasi ikonik Korea Selatan yang terkenal dengan panorama musim gugurnya. Selain menjadi ajang rekreasi, kunjungan ini juga menjadi refleksi bagi para guru tentang nilai kedisiplinan dan kecintaan masyarakat Korea terhadap alam.

Agenda berikutnya adalah Cultural Experience Class di Yangyang, di mana para guru Indonesia, termasuk Jamilah, berpartisipasi dalam kegiatan membuat gimbap. Kegiatan ini bukan sekadar memasak, tetapi juga menggambarkan filosofi budaya Korea tentang kerja keras, ketelitian, dan kebersamaan. Tak berhenti di sana, para peserta kemudian mengunjungi Arte Museum di Gangneung untuk menikmati karya seni digital yang memadukan teknologi dan kreativitas, memberikan perspektif baru tentang integrasi seni dalam pendidikan.

Melalui KLIC 2025, Jamilah Rachmaningsih memperoleh banyak wawasan tentang sistem pendidikan Korea yang berhasil memadukan inovasi teknologi dengan pembentukan karakter dan pelestarian budaya. "Setiap kegiatan memberikan inspirasi baru bagi kami, bagaimana pendidikan bisa maju tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan. Saya berharap dapat menerapkan gagasan yang saya pelajari di SMAN 1 Manggar," ujar Jamilah Rachmaningsih.

Kepala SMAN 1 Manggar, Sabarudin, memberikan apresiasi tinggi atas keberangkatan Jamilah Rachmaningsih dalam program bergengsi tersebut. Ia menilai partisipasi Guru SMAN 1 Manggar dalam KLIC 2025 bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga bentuk nyata kontribusi sekolah dalam menguatkan jejaring pendidikan global.

"Kami sangat bangga atas keberangkatan Ibu Jamilah Rachmaningsih mewakili SMAN 1 Manggar dan Belitung Timur. Ini menunjukkan bahwa guru-guru kita memiliki kompetensi dan semangat untuk terus belajar di tingkat internasional. Kami berharap pengalaman yang beliau peroleh di Korea nanti dapat menjadi inspirasi dan diterapkan dalam pembelajaran di sekolah, terutama dalam mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi dan karakter," ujar Sabarudin.

Dengan keterlibatan guru Indonesia seperti Jamilah Rachmaningsih, Korean e-learning Improvement Cooperation (KLIC) 2025 menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi pendidikan antara Indonesia dan Korea Selatan.

Program ini tidak hanya membuka jendela pertukaran ilmu, tetapi juga menegaskan bahwa semangat belajar lintas budaya dapat menjadi jembatan menuju kemajuan pendidikan yang lebih humanis dan berdaya saing global.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan