ILO Dorong Akses Keuangan UMKM Melalui Digitalisasi

admin.aiotrade 11 Des 2025 3 menit 14x dilihat
ILO Dorong Akses Keuangan UMKM Melalui Digitalisasi

Proyek Promise II Impact Dukung Digitalisasi UMKM

International Labour Organization (ILO) terus berupaya untuk mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah proyek Promise II Impact yang bertujuan mempercepat digitalisasi sektor UMKM. Proyek ini didanai oleh Swiss State Secretariat for Economic Affairs (Seco) dan bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

AioTrade Autopilot
πŸ”₯ SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Project Manager Promise II Impact ILO, Djauhari Sitorus, menjelaskan bahwa pelaksanaan proyek difokuskan di tiga lokasi dengan sektor yang berbeda-beda. Tiga lokasi tersebut yaitu sapi perah di Jawa Barat, minyak nilam di Aceh, dan rumput laut di Sumba Timur. Tujuan utama dari proyek ini adalah membangun ekosistem keuangan yang lebih inklusif bagi UMKM dalam rantai nilai.

Djauhari mengatakan bahwa ILO melakukan intervensi pada UMKM yang telah menjadi bagian dari rantai nilai. Artinya, usaha tersebut sudah memiliki pasar dan menghasilkan transaksi bisnis. Selanjutnya, ILO melakukan intervensi agar proses bisnis UMKM tersebut bisa terdigitalisasi. Sebagai contoh, dalam bisnis sapi perah, proses bisnis mulai dari penyetoran susu, pembayaran cicilan, hingga transaksi penjualan bisa dilakukan secara digital.

Selain itu, ILO juga mendorong transformasi digital lembaga keuangan seperti Bank Perkreditan Rakyat dan Bank Pembangunan Daerah. Hingga saat ini, sudah ada 2.054 peternak sapi perah yang usahanya terintegrasi dalam sistem Enterprise Resource Planning (ERP). Selain itu, ada 110 petani nilam yang menggunakan aplikasi MyNilam ERP dan 216 petani rumput laut yang terdigitalisasi.

Peran OJK dalam Digitalisasi UMKM

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Djoko Kurnijanto, menilai bahwa digitalisasi melalui penggunaan ERP dapat mempermudah UMKM mengakses pembiayaan. Menurutnya, selama ini UMKM masih sulit mendapatkan pembiayaan karena tidak memiliki aset sebagai jaminan.

Selain itu, Djoko menyebutkan bahwa sebagian besar UMKM tidak memiliki riwayat kredit. Hal ini membuat bank enggan menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) karena tidak memiliki informasi yang bisa digunakan sebagai bahan pertimbangan. β€œERP ini mahal, karena di dalamnya dapat menjabarkan profil seorang peternak,” ucap Djoko.

OJK memiliki model bisnis bernama Pemeringkatan Kredit Alternatif (PKA), yaitu penilaian kredit (credit scoring) yang memberikan profil masyarakat menggunakan data alternatif. Menurut Djoko, harmonisasi antara ERP dan PKA dapat mendorong transisi dari pemberian pinjaman berbasis aset menjadi berbasis informasi. Dengan demikian, UMKM akan lebih mudah mendapatkan pembiayaan.

Manfaat Digitalisasi bagi UMKM

Digitalisasi yang dilakukan melalui ERP dan PKA memberikan manfaat signifikan bagi UMKM. Dengan adanya sistem digital, proses bisnis menjadi lebih efisien dan transparan. Hal ini juga membantu UMKM dalam membangun reputasi keuangan yang lebih baik, sehingga memudahkan akses ke pembiayaan.

Selain itu, digitalisasi memungkinkan UMKM untuk memperluas pasar dan meningkatkan produktivitas. Dengan kemudahan akses ke teknologi, UMKM dapat bersaing lebih baik di pasar lokal maupun global. Proyek Promise II Impact ILO merupakan langkah penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Kesimpulan

Proyek Promise II Impact ILO menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung UMKM melalui digitalisasi. Dengan kolaborasi dengan pihak-pihak terkait seperti OJK, proyek ini berupaya menciptakan lingkungan bisnis yang lebih adil dan berkelanjutan. Melalui pendekatan yang terarah dan berkelanjutan, UMKM dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan