Impor Harus Dikurangi, DPR Minta Industri Elektronik Jadi Penguasa Negeri Sendiri

admin.aiotrade 08 Nov 2025 2 menit 28x dilihat
Impor Harus Dikurangi, DPR Minta Industri Elektronik Jadi Penguasa Negeri Sendiri

Peran Kebijakan dalam Membangun Industri Elektronik Nasional

Ketua DPP PDI Perjuangan sekaligus Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto menekankan pentingnya kebijakan yang berpihak pada industri elektronik nasional. Menurutnya, industri nasional harus menjadi tuan di negeri sendiri. Hal ini disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) bersama Perprindo, APITU Indonesia, dan ASISI, di Jakarta. FGD digelar oleh Bidang Industri, Perdagangan, BUMN dan Investasi PDI Perjuangan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Darmadi menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi besar menjadi pusat produksi elektronik di kawasan Asia Tenggara. Namun, selama ini masih ada ketergantungan terhadap impor komponen dan produk jadi dari luar negeri.

“Kita tidak boleh terus bergantung pada produk asing. Negara harus hadir dengan kebijakan yang melindungi dan memperkuat pelaku usaha nasional. Industri elektronik harus tumbuh menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujarnya.

Persoalan ini menjadi bahasan utama dalam FGD. Selain itu, dibahas mengenai kurangnya dukungan riset dan inovasi, keterbatasan sertifikasi produk dan tenaga kerja, serta perlunya regulasi yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Isu-isu yang Diangkat dalam FGD

Beberapa isu penting yang diangkat dalam diskusi ini antara lain:

  • Kurangnya dukungan riset dan inovasi: Penelitian dan pengembangan teknologi di bidang elektronik perlu diperkuat agar bisa menciptakan produk-produk lokal yang kompetitif.
  • Keterbatasan sertifikasi produk dan tenaga kerja: Sertifikasi produk dan pelatihan tenaga kerja yang memadai sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas industri.
  • Regulasi yang adaptif terhadap teknologi: Kebijakan pemerintah harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi yang cepat.

Ketua umum Perprindo menyoroti pentingnya pembinaan industri peralatan rumah tangga lokal agar mampu bersaing dengan produk asing melalui kebijakan insentif fiskal dan keringanan bea masuk untuk bahan baku domestik. Sementara perwakilan APITU Indonesia menekankan perlunya standarisasi tenaga ahli pendingin dan tata udara, sedangkan ASISI menegaskan pentingnya dukungan pemerintah terhadap sektor keamanan digital dan sistem integrasi elektronik.

Semangat Trisakti dalam Pembangunan Ekonomi

“Kemandirian industri elektronik adalah bagian dari perjuangan ideologis kita untuk berdikari dalam ekonomi. Semangat Trisakti Bung Karno mengajarkan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menguasai alat produksinya sendiri,” imbuh Darmadi.

Dalam kesempatan ini, dibuat kesepakatan strategis untuk membentuk tim kerja lintas asosiasi dan pemerintah yang akan berperan dalam memperkuat sinergi kebijakan industri, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta menata rantai pasok industri elektronik nasional agar lebih efisien dan berdaya saing.

Selain itu, disepakati pembentukan Divisi Advokasi Pajak di lingkungan Perprindo, yang bertujuan membantu para anggota dalam penataan laporan keuangan, peningkatan kepatuhan perpajakan, serta menciptakan tata kelola usaha yang lebih transparan dan professional.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan