
Wuling Cortez Darion PHEV: Kombinasi Tenaga Listrik dan Konvensional untuk Pengalaman Berkendara yang Berbeda
Wuling Motors telah meluncurkan varian baru dari mobil Multi Purpose Vehicle (MPV) elektrifikasi, yaitu Wuling Cortez Darion. Salah satu varian yang menarik perhatian adalah Darion PHEV, yang merupakan versi plug-in hybrid electric vehicle. Setelah mencoba versi listrik, aiotrade berkesempatan mencoba langsung Darion PHEV untuk pertama kalinya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dari luar, tampilan Darion PHEV terlihat lebih sporty dibandingkan versi listriknya. Bagian gril depannya terbuka dengan aksen krom dan kisi horizontal, memberikan kesan agresif. Bentuk gril ini sedikit mengingatkan pada desain Lexus, sekaligus menjadi pembeda dengan Darion EV yang menggunakan desain tertutup khas mobil listrik.
Masuk ke dalam kabin, suasana tetap terasa mewah. Kombinasi warna Walnut Brown dan Carbon Black membuat interior terlihat elegan. Setir multifungsi berbalut kulit dan material soft touch di beberapa panel interior memberikan kenyamanan ekstra bagi pengemudi dan penumpang.
Saat pedal gas diinjak perlahan, Darion PHEV melaju dengan mulus. Namun, seperti versi listrik, hal pertama yang langsung terasa adalah sistem pengeremannya. Pedal terasa agak keras atau "mael", istilah yang digunakan untuk menggambarkan rem dengan tekanan awal yang berat. Meskipun demikian, fungsi pengeremannya tetap normal dan responsif.
Setir terasa antep dan tidak kopong, memberikan rasa percaya diri saat melaju di berbagai kondisi jalan. Dalam mode Normal, karakter mobil terasa seimbang, yaitu tenaga cukup, pengendalian stabil, dan suspensi terasa lembut. Namun, suasana berubah cukup drastis ketika mode berkendara beralih ke mode Sport.
Setir terasa lebih berat, respon gas meningkat untuk mendapatkan akselerasi lebih spontan. Dapat dikatakan bahwa rasa berkendaranya mirip dengan Darion EV, namun versi PHEV terasa lebih "natural" karena masih ada jantung penggerak konvensional.
Spesifikasi Teknis Darion PHEV
Di atas kertas, Darion PHEV menggabungkan mesin bensin 1.490 cc Naturally Aspirated berteknologi Atkinson Cycle dengan motor listrik bertenaga 195 Tk dan torsi 230 Nm. Mesin konvensionalnya menghasilkan daya 105 Tk pada 5.800 rpm dan torsi 130 Nm pada 4.600–5.000 rpm.
Keduanya bekerja melalui sistem transmisi Dedicated Hybrid Transmission (DHT), yang mampu memberikan perpindahan tenaga lebih halus dan efisien. Sistem ini memungkinkan Darion PHEV bekerja dalam tiga mode, yaitu listrik murni, hybrid paralel, dan hybrid seri, tergantung kondisi jalan dan kebutuhan tenaga.
Tenaga listriknya bersumber dari baterai 20,5 kWh Lithium Iron Phosphate (LFP) yang mampu membawa mobil melaju hingga 125 km dalam mode EV murni (CLTC).
Dimensi dan Suspensi
Secara dimensi, Darion PHEV berada di segmen MPV medium dengan ukuran panjang 4.910 mm, lebar 1.870 mm, tinggi 1.770 mm, dan jarak sumbu roda 2.910 mm. Kaki-kakinya ditopang oleh suspensi depan McPherson dan belakang Multi-link Independent, serta rem cakram pada semua roda. Hal ini menjadikan mobil ini memiliki stabilitas dan kenyamanan yang baik saat digunakan dalam berbagai kondisi jalan.