Indeks Dollar Stagnan, Pilihan Aman Mulai Jadi Incaran

admin.aiotrade 07 Des 2025 2 menit 11x dilihat
Indeks Dollar Stagnan, Pilihan Aman Mulai Jadi Incaran


aiotrade.CO.ID – JAKARTA.

Indeks dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan pergerakan yang stabil pada akhir pekan Jumat (5/12). Meski demikian, ruang koreksi terlihat tidak signifikan dan masih rentan berbalik arah karena adanya sentimen geopolitik serta arah kebijakan bank sentral.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Mengutip data dari Trading Economics, indeks dolar (DXY) naik sedikit sebesar 0,003% menjadi 98,992 secara harian. Namun, dalam sebulan terakhir, indeks tersebut mengalami penurunan sebesar 0,74%.

David Sumual, Kepala Ekonom Bank BCA, menjelaskan bahwa tekanan pada dolar dipengaruhi oleh meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) pada Desember. “Ekspektasi pasar meningkat akan adanya penurunan suku bunga The Fed di bulan Desember. Hal ini didukung oleh data terbaru seperti klaim pengangguran yang lebih rendah dari perkiraan,” ujarnya dalam wawancara dengan aiotrade, Jumat (5/12/2025).

Meskipun begitu, David menegaskan bahwa dolar masih dianggap sebagai aset pelindung risiko dibandingkan dengan mata uang negara berkembang. Ia juga menyebutkan bahwa mata uang utama lain seperti franc Swiss (CHF) dan yen Jepang (JPY) saat ini tetap menarik sebagai alternatif safe haven.

Ibrahim Assuaibi, seorang pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas, menyatakan bahwa indeks dolar masih berfluktuasi kuat dalam rentang teknikal antara 98,60 hingga 99,40. Ini terjadi karena pasar sedang menimbang arah kebijakan The Fed dan dinamika geopolitik. Ia menyoroti beberapa faktor yang memengaruhi volatilitas dolar, mulai dari spekulasi penurunan suku bunga hingga kemungkinan penunjukan kandidat Gubernur Bank Sentral AS yang dekat dengan Presiden Donald Trump.

Ibrahim menilai bahwa tensi geopolitik menjadi pemicu risiko upside pada dolar, terutama konflik Rusia-Ukraina yang belum menemukan titik temu serta meningkatnya ketegangan antara AS dan Venezuela. “Hal ini membuat indeks dolar kembali mengalami penguatan, dan harga komoditas pun juga ikut menguat,” jelasnya.

Untuk alternatif safe haven, Ibrahim menyebut yen Jepang memiliki potensi untuk menguat seiring peluang kenaikan suku bunga Bank of Japan. Perdagangan yen Jepang berada dalam kisaran support 154,00 dan resistance 155,80 per dolar AS. Sementara itu, franc Swiss juga dinilai atraktif dengan estimasi rentang perdagangan di support 0,7994 dan resistance 0,8055 per dolar AS.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan