
Jakarta Memasuki Fase Baru sebagai Kota Global
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyatakan bahwa Jakarta sedang memasuki fase baru sebagai kota global. Hal ini disampaikannya setelah indeks Kota Global Jakarta meningkat dari peringkat 74 menjadi 71. Dalam seminar internasional Fraud Awareness Week 2025 yang dihadiri olehnya di Universitas Kalbis, Kayu Putih, Jakarta Timur, Senin (17/11), Rano menjelaskan alasan peningkatan indeks tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Salah satu hasil analisa kenapa indeks kita begitu cepat, bahwa transparansi APBD kami sampaikan ke masyarakat, terbuka semua," ujar Rano.
Pendanaan dan Kebijakan Pemerintah Daerah
Dalam kesempatan itu, Rano juga menyoroti pentingnya pendanaan daerah yang diterima oleh Jakarta. Meskipun Dana Bagi Hasil (DBH) yang diterima dipotong cukup besar, lebih dari Rp 14 triliun, Pemprov DKI tidak melakukan aksi protes. Bahkan, pemerintah provinsi tidak melakukan pemangkasan anggaran yang berdampak langsung kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Utamanya, para penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) tidak terganggu. Rano menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah adalah sumber daya manusia melalui pendidikan.
"Kami sangat tahu bahwa pendidikan adalah prioritas yang pertama," jelasnya.
Kerugian Akibat Aksi Anarkis
Namun, di balik capaian tersebut, Jakarta tahun ini juga mengalami kerugian yang cukup besar akibat aksi anarkis demonstrasi yang berujung pada perusakan fasilitas publik. "Kami kehilangan halte bus, banyak fasilitas umum. Total yang harus kami lakukan renovasi, mengeluarkan biaya hampir Rp 98 miliar," jelas Rano.
Ia menekankan bahwa Pemprov DKI tidak melarang anak muda untuk melakukan aksi demo. Namun, ia menyayangkan aksi yang berujung pada kerusakan fasilitas umum tersebut.
"Jangan rusak apa yang dengan susah payah kita bangun. Karena itu bukan hanya soal (kerugian) biaya, tetapi juga waktu. Saudara kita yang disabilitas tidak bisa lagi menggunakan tangga untuk naik menuju Bus TJ," imbuhnya.
Tantangan dan Langkah Ke depan
Rano mengingatkan bahwa kebijakan yang diambil oleh pemerintah harus tetap memperhatikan kepentingan masyarakat luas. Ia menekankan bahwa keberlanjutan pembangunan kota harus dijaga dengan baik agar tidak terjadi kerusakan yang tidak perlu.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban kota. "Kita harus bekerja sama, tidak hanya pemerintah saja, tapi juga masyarakat dan pelaku bisnis," tambahnya.
Kesimpulan
Jakarta memang sedang melewati masa peralihan menuju kota global yang lebih maju dan transparan. Meski ada tantangan seperti kerusakan fasilitas akibat aksi anarkis, pemerintah tetap berkomitmen untuk menjaga kesejahteraan rakyat dan memastikan penggunaan dana yang efektif dan efisien.
Dengan langkah-langkah yang telah diambil, diharapkan Jakarta dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia.