Indeks saham teknologi jadi pemenang 2025, didorong DCII, INET, dan IRSX

admin.aiotrade 30 Des 2025 3 menit 11x dilihat
Indeks saham teknologi jadi pemenang 2025, didorong DCII, INET, dan IRSX


aiotrade, JAKARTA — Pada tahun 2025, sektor teknologi menjadi yang teratas dalam kinerja indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks IDXTECH mencatat kenaikan tertinggi dibandingkan dengan indeks sektoral lainnya. Hingga perdagangan tanggal 29 Desember 2025, indeks ini melonjak hingga 140,71%. Penguatan tersebut tidak lepas dari kenaikan signifikan beberapa saham perusahaan teknologi pada tahun ini.

Salah satu contohnya adalah saham PT DCI Indonesia Tbk. (DCII), yang mengalami kenaikan sebesar 409,56% secara year-to-date (YtD). Saham perusahaan data center milik Toto Sugiri ini juga masuk dalam daftar pemimpin IHSG pada tahun ini. Selain DCII, saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET) naik 927,4%, PT Itsec Asia Tbk. (CYBR) melonjak 340,89%, dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) meroket hingga 704,43% sepanjang tahun 2025.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kenaikan yang luar biasa juga terjadi pada saham PT Multipolar Technology Tbk. (MLPT) yang naik 214,84% YtD, serta saham PT Folago Global Nusantara Tbk. (IRSX) yang melonjak hingga 1.738,24% YtD. Kinerja IDXTECH yang sangat baik menunjukkan adanya pergeseran perhatian investor terhadap sektor teknologi pada 2025. Sebelumnya, indeks ini turun 9,87% pada 2024, begitu pula dengan indeks sektor infrastruktur yang turun 5,81% dan indeks sektor bahan dasar yang melemah 4,25%.

Proyeksi untuk Tahun 2026

Pada tahun 2026, Deputi Head of Equity Research Mandiri Sekuritas, Kresna Hutabarat, memprediksi bahwa sektor-sektor yang akan menjadi penggerak utama indeks IHSG adalah konsumer, perbankan, telekomunikasi, dan ritel. Selain itu, Mandiri Sekuritas juga memberikan peringkat overweight untuk sektor alat berat, emas, dan tembaga. Di sisi lain, sektor nikel, minyak dan gas, otomotif, serta properti diberi peringkat netral.

Tim Analis BRI Danareksa Sekuritas yang dipimpin oleh Helmy Kristanto menyatakan bahwa mereka lebih fokus pada sektor dengan visibilitas yang lebih baik. Proyeksi 2026 dibuat menggunakan pendekatan bottom up/stock picking. Secara spesifik, sektor perbankan dan konsumer dinilai memiliki prospek pertumbuhan laba yang relatif rendah karena permintaan yang masih lemah. EPS dua sektor tersebut diperkirakan tumbuh masing-masing sebesar 4% dan 6% year-on-year (YoY).

BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan pertumbuhan EBITDA sektor telekomunikasi sebesar 7% pada 2026. Sementara itu, pertumbuhan EPS sektor unggas diperkirakan sebesar 4% dan ritel naik 16%. Ketiga sektor tersebut disebut sebagai sektor dengan visibilitas pertumbuhan yang baik. Untuk sektor komoditas, BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan sektor logam memiliki prospek pertumbuhan EPS sebesar 27% pada 2026, didukung oleh ekspektasi pertumbuhan volume dari proyek-proyek baru dan ekspansi di sejumlah emiten seperti BRMS, INCO, dan MBMA.

Meski demikian, mengingat prospek harga nikel yang masih datar, Helmy memperkirakan kinerja pada 2026 akan lebih menguntungkan bagi emiten dengan eksposur ke emas (BRMS) dan timah (TINS). Ia juga melihat potensi kenaikan valuasi dari aset-aset baru, seperti DEWA dan BRMS. BRI Danareksa Sekuritas juga mempertimbangkan proyeksi total imbal hasil ke depan (forward total return) dan potensi dividend yield pada 2026.

Kinerja Indeks Sektoral di BEI

Indeks Sektoral Kinerja 2024 Kinerja YtD 2025
IDX Sector Energy 28,01% 65,9%
IDX Sector Basic Materials -4,25% 66,36%
IDX Sector Industrials -5,32% 107,7%
IDX Sector Consumer Non-Cyclicals 0,98% 9,08%
IDX Sector Consumer Cyclicals 1,64% 42,57%
IDX Sector Healthcare 5,84% 43,57%
IDX Sector Financials -4,51% 10,24%
IDX Sector Properties & Real Estate 5,97% 54,41%
IDX Sector Technology -9,87% 140,71%
IDX Sector Infrastructure -5,81% 77%
IDX Sector Transportation & Logistic -18,78% 51,32%

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. aiotrade tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan