
Penyelidikan Kematian Mahasiswa di FISIP Unud
Aparat Polsek Denpasar Barat masih terus melakukan penyelidikan terkait misteri kematian mahasiswa Sosiologi FISIP Universitas Udayana (Unud) bernama Timothy Anugrah Saputra alias TAS, yang berusia 22 tahun. Dugaan awal menunjukkan bahwa kemungkinan besar korban tidak meninggal karena terpeleset dari lantai empat dan jatuh ke halaman kampus FISIP Unud.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut Kompol Laksmi Trisnadewi Wieryawan, Kapolsek Denpasar Barat, kondisi lantai empat tempat saksi terakhir melihat korban masih hidup tidak memungkinkan adanya kejadian terpeleset. "Kalau untuk jatuh terpeleset, tidak ya. Karena kan di sana itu tempat duduk, kemudian ada pagar atau balkon. Jadi, lebih memungkinkan korban itu naik, kemudian jatuh seperti itu. Lebih ke unsur sengaja menjatuhkan diri seperti itu. Masalahnya, tidak ada saksi yang melihat seperti itu," ujar Kompol Laksmi.
Timothy Anugrah Saputra ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Rabu (15/10) pagi setelah diduga melompat dari lantai empat gedung FISIP Unud, Denpasar, Bali. Pihak kepolisian menduga korban menjadi korban perundungan baik dari rekan sebaya di lingkungan kampus maupun melalui grup percakapan daring.
Setelah ditemukan dalam keadaan luka parah, korban sempat dilarikan ke RSUP Prof Ngoerah Denpasar. Namun, tim medis menyatakan nyawa korban tidak bisa tertolong.
Kompol Laksmi juga memastikan bahwa korban jatuh dari lantai empat, bukan dari lantai dua. Dugaan ini didasarkan hasil olah TKP di Gedung FISIP Unud Kampus Sudirman Denpasar serta rekaman CCTV. Menurutnya, korban awalnya terekam kamera datang dan tiba di lobi kampus, kemudian menuju ke lantai empat. Namun, tidak ada rekaman video yang merekam korban saat sudah sampai di lantai empat lantaran kamera CCTV di lantai tersebut tidak berfungsi.
"Memang di lantai empat itu ada CCTV, tetapi CCTV-nya rusak. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Kampus juga, rusaknya CCTV di lantai empat itu diperkirakan sejak 2023," ujar Kompol Laksmi Trisnadewi Wieryawan.
Kejadian di Lantai Empat
Kompol Laksmi menjelaskan bahwa ada tiga orang saksi yang melihat langsung korban Timothy Anugrah Saputra berada di lantai empat sebelum akhirnya terjatuh. Saksi melihat saat korban keluar dari lift lantai empat. Setelah keluar dari lift, saksi melihat korban berjalan dan kemudian duduk di lokasi di mana terakhir ditemukan ada tas dan sepatu milik korban.
Kompol Laksmi menambahkan bahwa ketiga saksi yang telah diperiksa polisi mengaku melihat korban berada di sebuah bangku yang terletak di lantai empat. Namun, karena tidak saling mengenal, para saksi tidak menghiraukan keberadaan korban.
Setelah 10-15 menit kemudian, saksi melihat lagi ke arah tempat duduk korban dan melihat hanya ada sepatu dan tas korban. "Salah satu saksi menyampaikan, oh ya mungkin punya yang tadi, udah biarkan saja karena tidak kenal seperti itu. Kemudian, ada juga saksi yang melihat pada saat korban melepas sepatu di lokasi tersebut. Jadi, pada saat melihat korban melepas sepatu itu, saksi hanya sekedar melihat," tutur Kompol Laksmi.
Para saksi kemudian masuk ke dalam kelas dan tidak mengetahui apa yang terjadi dengan korban hingga akhirnya korban dikabarkan sudah tergeletak di halaman kampus FISIP Unud.