Indofarma (INAF) Targetkan Danantara untuk Perbaiki Kerugian Lama

admin.aiotrade 22 Des 2025 3 menit 31x dilihat
Indofarma (INAF) Targetkan Danantara untuk Perbaiki Kerugian Lama


aiotrade, JAKARTA – Perusahaan farmasi milik pemerintah PT Indofarma Tbk. (INAF) sedang menunggu dana tambahan dari Danantara dalam upaya memperbaiki kinerja perusahaan yang terus mengalami kerugian selama beberapa tahun terakhir.

Beberapa langkah telah diambil oleh INAF untuk mengevaluasi rencana kerja dan prospek pasar ke depan agar dapat mendapatkan persetujuan dari Danantara. Sejak kuartal IV/2025, INAF sudah mengajukan permohonan tersebut melalui Biofarma Group sebagai holding.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Mengenai suntikan dana dari Danantara, ini sudah kami ajukan melalui Biofarma Group dan disampaikan kepada Danantara. Kami masih menunggu kepastian dana tersebut,” kata Direktur Utama INAF Sahat Sihombing saat diwawancarai di Jakarta, Senin (22/12/2025).

Meskipun begitu, Sahat tidak menjelaskan secara rinci jumlah dana yang diharapkan dari Danantara. Dia hanya menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan analisis terkait rencana kerja dan pengembalian dana nantinya. Dana tersebut akan digunakan sepenuhnya untuk modal kerja.

“Saat ini sedang dalam proses di Danantara. Kami merasa sudah melakukan yang terbaik dengan menyajikan data terbaik yang kami miliki. Tinggal menunggu keputusan pemegang saham, yaitu Danantara,” ujarnya.

Berdasarkan Laporan Keuangan, pada periode Januari–September 2025, INAF mencatat penurunan kinerja sebesar 2,99% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp133,73 miliar. Pendapatan INAF turun dari posisi Rp137,87 miliar pada periode yang sama 2024.

Penurunan pendapatan INAF sejalan dengan penurunan penjualan obat dan alat kesehatan. Pada segmen obat, INAF hanya mampu membukukan pendapatan sebesar Rp72,81 miliar pada periode Januari–September 2025, turun 2,90% dibandingkan Rp74,99 miliar pada periode yang sama 2024.

Di segmen alat kesehatan, INAF mencatatkan pendapatan sebesar Rp60,91 miliar per September 2025, turun 3,10% YoY dibandingkan posisi Rp62,87 miliar pada periode yang sama 2024.

Selain itu, beban pokok pendapatan INAF juga turun sebesar 2,91% YoY menjadi Rp145,30 miliar pada periode Januari–September 2025. Meskipun mampu menekan beban pokok pendapatan, INAF tetap mengalami penurunan laba bruto sebesar 1,92% secara tahunan. Laba bruto yang berhasil dicatatkan sebesar Rp11,57 miliar pada periode yang berakhir September 2025, lebih rendah dari posisi Rp11,80 miliar pada periode yang sama 2024.

Namun, INAF berhasil menekan beban penjualan hingga 83,48% YoY menjadi Rp6,92 miliar per September 2025, dari posisi Rp41,93 miliar pada Januari–September 2024.

Upaya menekan beban penjualan terlihat dari beban gaji dan jaminan sosial INAF yang tercatat senilai Rp6,30 miliar per September 2025, dari posisi Rp34,77 miliar pada periode yang sama 2024. Selain itu, beberapa beban penjualan seperti pemasaran dan distribusi, sewa, pemeliharaan aset tetap, serta amortisasi aset tak berwujud, tercatat nihil. Dengan demikian, INAF berhasil menekan beban hingga lebih dari 80%.

Pada beban keuangan, INAF juga berhasil menekan secara signifikan. Pada beban keuangan atas bunga pinjaman, INAF membukukan beban senilai Rp2,24 miliar per September 2025, turun 94,01% YoY dibandingkan Rp37,50 miliar pada periode yang sama 2024.

Akibatnya, setelah dikurangi berbagai beban dan pajak, INAF mampu membukukan rugi periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau rugi bersih senilai Rp127,09 miliar. Rugi bersih yang dicatatkan INAF mengecil dibandingkan posisi Rp166,48 miliar pada periode yang sama 2024.

Indofarma Tbk. - TradingView


Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. aiotrade tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan