Indofood CBP (ICBP) Diprediksi Tumbuh Dua Digit pada 2026, Ini Pemicunya

admin.aiotrade 08 Des 2025 2 menit 8x dilihat
Indofood CBP (ICBP) Diprediksi Tumbuh Dua Digit pada 2026, Ini Pemicunya


Prospek Laba Bersih ICBP di Tahun 2026 Dinilai Menjanjikan

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), salah satu emiten konsumer terbesar di Indonesia yang berada di bawah naungan Grup Salim, diprediksi akan mencatat pertumbuhan laba bersih dengan angka double digit pada tahun 2026. Prediksi ini didasarkan pada sejumlah faktor eksternal dan internal yang berkontribusi terhadap kinerja perusahaan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kondisi Ekonomi yang Mendukung

Analis dari BRI Danareksa Sekuritas, Christy Halim, menyatakan bahwa proyeksi pertumbuhan kinerja ICBP didukung oleh kebijakan fiskal pemerintah yang lebih ekspansif. Selain itu, peningkatan alokasi bantuan sosial serta arah kebijakan yang lebih pro terhadap pertumbuhan ekonomi juga menjadi faktor pendukung utama. Christy menambahkan bahwa pemulihan daya beli masyarakat pada tahun 2026 akan memberikan dorongan tambahan bagi kinerja sektor consumer goods, termasuk ICBP.

Dalam risetnya yang diterbitkan pada Kamis (4/12/2025), Christy memproyeksikan pendapatan ICBP dapat meningkat hingga 6% menjadi Rp 79,6 triliun, sementara laba bersih diperkirakan tumbuh sebesar 11,9% mencapai Rp 10,41 triliun. Ia juga memperkirakan adanya perbaikan margin secara bertahap pada tahun 2026, didukung oleh harga kentang dan Crude Palm Oil (CPO) yang stabil, serta harga gandum yang tetap menguntungkan.

Christy menjelaskan bahwa posisi harga produk mi instan ICBP yang terjangkau memberikan fleksibilitas lebih besar untuk penyesuaian harga lebih lanjut. Hal ini bisa menjadi strategi untuk meningkatkan daya saing di pasar.

Faktor-Faktor Pendukung Lainnya

Secara terpisah, Nafan Aji Gusta, Senior Investment Information dari Mirae Asset Sekuritas, menilai kinerja ICBP pada 2026 berpotensi tumbuh solid. Pandangan tersebut didasarkan pada tren penurunan harga sejumlah bahan baku utama seperti gula, gandum, dan susu. Selain itu, nilai tukar rupiah diperkirakan tetap stabil, sedangkan arah kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia berpeluang melanjutkan tren penurunan pada tahun 2026.

Nafan menjelaskan bahwa hal ini bisa memberikan manfaat bagi peningkatan kinerja pendapatan ICBP. Ditambah lagi, tren kebijakan Fed Funds Rate tahun depan yang masih berlaku bisa meningkatkan likuiditas di pasar global, yang akhirnya dapat menciptakan permintaan global yang kuat.

Efek penurunan biaya pinjaman secara global juga dapat memberikan stimulus bagi pemulihan permintaan internasional. Dengan demikian, kinerja ekspor ICBP diharapkan membaik seiring perbaikan ekonomi global.

Rekomendasi Investasi

Nafan merekomendasikan strategi accumulative buy saham ICBP di target harga Rp 11.925 per saham. Sementara itu, Christy tetap mempertahankan rekomendasi buy saham ICBP di target harga Rp 11.500 per saham.

Harga saham ICBP ditutup di Rp 8.075 per saham, turun 0,31% dari hari sebelumnya pada Senin (8/12/2025). Meskipun demikian, proyeksi kinerja positif pada tahun 2026 tetap menjadi alasan kuat untuk mempertimbangkan investasi di sektor konsumer.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan