Industri Tekstil Bangkit, Kontribusi 0,98 Persen ke PDB Nasional

admin.aiotrade 26 Okt 2025 3 menit 16x dilihat
Industri Tekstil Bangkit, Kontribusi 0,98 Persen ke PDB Nasional
Industri Tekstil Bangkit, Kontribusi 0,98 Persen ke PDB Nasional

Pertumbuhan Industri Tekstil dan Produk Tekstil di Indonesia

Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia kembali menunjukkan pertumbuhan yang positif setelah mengalami penurunan pada tahun 2024. Dari triwulan IV-2024 hingga triwulan II-2025, sektor ini berhasil tumbuh sebesar 5,39 persen dan berkontribusi sebesar 0,98 persen terhadap PDB nasional.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa Indonesia kini siap menjadi mitra strategis sekaligus pusat inovasi dan pertumbuhan global dalam industri TPT. Menurutnya, Indonesia tidak hanya sebagai tuan rumah, tetapi juga sebagai mitra aktif yang siap berkontribusi dalam memajukan industri tekstil dunia.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Indonesia hadir bukan sekadar sebagai tuan rumah, tetapi sebagai mitra strategis yang siap berperan aktif dalam memajukan industri tekstil global. Sektor TPT Indonesia telah terbukti tangguh, adaptif dan kompetitif di tengah ketidakpastian global," ujar Agus dalam pernyataannya.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan sektor ini, pemerintah telah menerapkan serangkaian kebijakan strategis. Salah satu kebijakan utama adalah penerapan Peraturan Pemerintah No 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko. Kebijakan ini bertujuan untuk menyederhanakan proses investasi melalui sistem Online Single Submission (OSS) terbaru.

Selain itu, pemerintah juga melanjutkan program Restrukturisasi Mesin dan Peralatan bagi industri TPT. Program ini telah terbukti meningkatkan kapasitas produksi hingga 21,75 persen, efisiensi energi sebesar 11,86 persen, penyerapan tenaga kerja sebesar 3,96 persen, dan volume penjualan sebesar 6,65 persen.

Di sisi pembiayaan, pemerintah menyalurkan Kredit Industri Padat Karya dengan total fasilitas hingga Rp 20 triliun pada 2025. Kredit ini ditujukan untuk membantu ribuan perusahaan tekstil dan apparel berekspansi serta mempertahankan tenaga kerja.

Kementerian Perindustrian juga memberikan kebijakan Fasilitas Masterlist untuk impor barang modal yang memberikan pengecualian bea masuk. Selain itu, ada insentif fiskal seperti tax holidays, tax allowances, investment allowances, dan super deduction tax untuk perusahaan yang berinvestasi di riset dan pendidikan vokasi.

Kebijakan-kebijakan tersebut merupakan inisiatif pemerintah untuk menegaskan kembali komitmen pemerintah dalam mendukung ekosistem industri tekstil yang tangguh, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

Strategi Pemerintah dalam Mendukung Industri TPT

Pemerintah terus memperkuat strategi untuk mendukung industri TPT. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:

  • Peningkatan akses ke pasar internasional: Pemerintah berupaya memperluas akses pasar bagi industri TPT Indonesia melalui kerja sama bilateral dan multilateral.
  • Dukungan infrastruktur: Pembangunan infrastruktur yang memadai menjadi salah satu prioritas agar industri TPT dapat berkembang secara optimal.
  • Pengembangan SDM: Pemerintah terus berkomitmen dalam pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas, terutama dalam bidang teknologi dan manajemen industri.

Inovasi dan Teknologi dalam Industri TPT

Inovasi dan teknologi menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing industri TPT. Pemerintah mendorong penggunaan teknologi modern dalam proses produksi, seperti otomatisasi dan digitalisasi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produk.

Selain itu, pemerintah juga mendorong penggunaan bahan baku lokal yang ramah lingkungan. Ini tidak hanya membantu mengurangi ketergantungan pada impor, tetapi juga meningkatkan keberlanjutan industri.

Kesimpulan

Pertumbuhan industri TPT Indonesia mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendukung sektor ini. Melalui berbagai kebijakan dan strategi yang diterapkan, sektor ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi nasional. Dengan inovasi, teknologi, dan dukungan dari pemerintah, industri TPT Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang lebih jauh lagi di pasar global.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan