Inflasi Pangkalpinang September 2025 Capai 1,75 Persen

admin.aiotrade 01 Okt 2025 3 menit 14x dilihat
Inflasi Pangkalpinang September 2025 Capai 1,75 Persen
Inflasi Pangkalpinang September 2025 Capai 1,75 Persen

Laju Inflasi di Pangkalpinang pada September 2025

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang merilis data terbaru mengenai inflasi yang menunjukkan laju inflasi tahunan (year on year/y-on-y) pada bulan September 2025 sebesar 1,75 persen. Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai angka 106,50, meningkat dibandingkan posisi September 2024 yang tercatat sebesar 104,67.

Data ini disampaikan dalam kegiatan Berita Resmi Statistik (BRS) oleh Ahli Statistik BPS Kota Pangkalpinang, Aja Nasrun, di ruang pertemuan BPS, Rabu (1/10/2025). Hadir pula Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Pangkalpinang Juhaini serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Inflasi tahunan ini utamanya disumbang oleh kenaikan harga bahan pangan dan sejumlah komoditas kebutuhan rumah tangga," jelas Aja Nasrun.

Kelompok Pengeluaran yang Mempengaruhi Inflasi

Kenaikan inflasi tahunan didorong oleh kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau yang naik hingga 6,08 persen. Beberapa kelompok lain yang turut menyumbang inflasi antara lain:

  • Pakaian dan alas kaki naik 0,05 persen
  • Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik 0,31 persen
  • Perlengkapan rumah tangga naik 0,72 persen
  • Kesehatan naik 1,02 persen
  • Rekreasi, olahraga, dan budaya naik 1,51 persen
  • Penyediaan makanan dan minuman/restoran naik 1,22 persen
  • Perawatan pribadi dan jasa lainnya naik 3,52 persen.

Sementara itu, beberapa kelompok pengeluaran mengalami deflasi y-on-y:

  • Transportasi turun 1,05 persen
  • Informasi, komunikasi, dan jasa keuangan turun 0,14 persen
  • Pendidikan turun cukup signifikan hingga 9,90 persen.

Data Inflasi Bulanan dan Tahun Kalender

Selain inflasi tahunan, BPS juga mencatat inflasi bulanan (month to month/m-to-m) sebesar 0,59 persen, serta inflasi tahun kalender (year to date/y-to-d) sebesar 1,59 persen.

Kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi tahunan dengan andil mencapai 1,90 persen. Disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,20 persen) serta penyediaan makanan dan minuman/restoran (0,10 persen).

Sebaliknya, kelompok pendidikan menjadi penekan inflasi tertinggi dengan sumbangan deflasi sebesar 0,43 persen, diikuti transportasi (0,14 persen) dan informasi, komunikasi, serta jasa keuangan (0,01 persen).

Komoditas yang Mendorong dan Menekan Inflasi

Beberapa komoditas yang paling dominan mendorong inflasi tahunan antara lain daging ayam ras, cabai merah, emas perhiasan, bawang merah, bayam, beras, ikan tenggiri, cumi-cumi, minyak goreng, kopi bubuk, serta kendaraan bermotor.

Sementara itu, komoditas yang menjadi penekan harga di antaranya biaya sekolah menengah atas, angkutan udara, shampo, ikan selar, popok bayi sekali pakai, bensin, udang basah, telepon seluler, bawang putih, hingga buah naga.

Untuk inflasi bulanan September 2025, pendorong harga terbesar datang dari daging ayam ras, ikan singkur, cabai merah, bayam, kopi bubuk, sawi hijau, dan emas perhiasan. Sedangkan penekan harga bulanan dipengaruhi oleh angkutan udara, beras, udang basah, air kemasan, dan beberapa jenis sayuran serta produk kebutuhan rumah tangga.

Prediksi dan Antisipasi

Meski harga pangan masih menjadi faktor utama pendorong inflasi, BPS menilai laju inflasi di Pangkalpinang masih dalam kondisi terkendali.

"Angka 1,75 persen ini masih tergolong moderat dan terkendali, terlebih dengan tren inflasi nasional yang relatif stabil. Namun, antisipasi tetap diperlukan terutama pada komoditas pangan menjelang akhir tahun," ujar Aja Nasrun.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan