Gempa Susulan Terus Mengguncang Sarmi, Papua
Gempa susulan masih terus dirasakan di Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua. Dalam laporan terbaru yang diterbitkan pada Selasa pagi, 21 Oktober 2025, gempa terkini yang dirasakan terjadi pada dini hari tadi, pukul 01.15 waktu setempat (WIT).
Menurut informasi awal dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki kekuatan Magnitudo 4,5. Pusat gempa berada di laut, sejauh 26 kilometer timur laut Sarmi. Kedalaman gempa mencapai 16 kilometer.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Berdasarkan data BMKG, dampak guncangan gempa tersebut dirasakan di Sarmi dengan skala III-IV MMI. Artinya, jika gempa terjadi siang hari, guncangannya bisa dirasakan nyata di dalam rumah, seakan ada truk melintas. Bahkan, bisa membuat pintu dan jendela berderik.
Gempa terus menggetarkan dan mengguncang Sarmi sejak Kamis lalu. Saat itu, tepatnya pada pukul 14.48 WIT, terjadi gempa M6,4 yang dampak guncangannya dirasakan hingga skala V MMI. Gempa yang berasal dari darat, 42 kilometer tenggara Sarmi, kedalaman 16 kilometer, itu bisa dirasakan oleh hampir semua penduduk.
Data BMKG menyebut bahwa dampak guncangan dari gempa yang berpusat di wilayah Kampung Dabe, Distrik Pantai Timur Bagian Barat, Kabupaten Sarmi, itu dirasakan sampai ke Jayapura. "Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Anjak Mamberamo," bunyi keterangan BMKG saat itu.

Gempa tektonik magnitudo 6,4 mengguncang Kabupaten Sarmi, Papua, pada Kamis 16 Oktober 2025. Dok. BMKG
Gempa Susulan yang Tercatat
Sebelumnya, gempa susulan dicatat oleh BMKG antara lain pada Minggu, 19 Oktober 2025, pukul 11.52 dan 19.05 WIT. Masing-masing gempa memiliki kekuatan Magnitudo 4,9 dan 4,5.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sarmi per 19 Oktober 2025, tidak terdapat korban jiwa akibat rangkaian gempa tersebut. Namun, sebanyak dua warga dilaporkan mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan medis.
"Masyarakat terdampak juga memilih mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat tanpa adanya titik pengungsian terpusat."
Kerusakan Infrastruktur dan Status Darurat
Data sementara mencatat kerusakan infrastruktur meliputi 114 unit rumah warga. Apabila dirinci, sebanyak 30 rusak berat, 54 rusak sedang, dan 30 rusak ringan, termasuk empat unit rumah ibadah, serta dua fasilitas kesehatan.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Bupati Sarmi telah menetapkan perpanjangan status tanggap darurat bencana gempa bumi yang berlaku di beberapa distrik dan kelurahan. Status darurat terhitung sejak 19 Agustus hingga 19 Desember 2025, merujuk dari kejadian gempa sebelumnya.
Perkembangan Terkini
Meskipun tidak ada korban jiwa, situasi di Sarmi tetap menjadi perhatian serius. Masyarakat terus waspada menghadapi potensi gempa susulan. BPBD dan pihak terkait terus melakukan pemantauan dan evaluasi untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Selain itu, pemerintah daerah juga memberikan dukungan kepada warga yang terkena dampak gempa, baik dalam bentuk bantuan logistik maupun layanan kesehatan. Proses pemulihan infrastruktur juga sedang berlangsung, meskipun memerlukan waktu yang cukup lama.
Kondisi ini menunjukkan pentingnya kesadaran masyarakat akan risiko bencana alam dan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, lembaga penanggulangan bencana, dan masyarakat, diharapkan dapat mengurangi dampak negatif dari gempa dan mempercepat proses pemulihan.