Infografik: Waspada Siklon Tropis Mengancam Indonesia

admin.aiotrade 06 Des 2025 3 menit 16x dilihat
Infografik: Waspada Siklon Tropis Mengancam Indonesia

Peringatan BMKG: Wilayah Selatan Indonesia Berpotensi Terkena Siklon Tropis

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan bahwa sejumlah wilayah di selatan Indonesia berpotensi mengalami pembentukan siklon tropis. Selain itu, beberapa daerah juga diberi peringatan tentang kemungkinan terjadinya hujan ekstrem dan angin kencang hingga akhir tahun ini.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Sebelumnya, siklon tropis Senyar dengan kecepatan maksimum 80 km/jam memicu bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan pada akhir November. Siklon ini terbentuk dari bibit siklon tropis 95B yang berkembang di perairan timur Aceh sejak Jumat, 21 November.

Siklon tropis biasanya tidak sering terjadi di Selat Malaka. Fenomena ini biasanya muncul di perairan dengan jarak 500 kilometer dari wilayah ekuator. Artinya, siklon tropis jarang terbentuk di dekat garis ekuator.

“Fenomena seperti siklon tropis Senyar tidak umum terjadi di perairan Selat Malaka, apalagi jika sampai berdampak pada daratan,” ujar Direktur Meteorologi Publik BMKG dalam pernyataannya, Kamis, 27 November.

Apa Itu Siklon Tropis?

Siklon tropis adalah badai berkecepatan tinggi dengan kecepatan angin lebih dari 63 km/jam atau lebih dari 34 knot. Badai ini muncul akibat ketidakstabilan atmosfer. Tekanan udara yang rendah dan suhu air laut yang menghangat lebih dari 26,5 derajat celcius hingga kedalaman 60 meter berujung pada pembentukan awan cumulonimbus. Pusaran kemudian tercipta mengikuti rotasi bumi yang memengaruhi pergerakan angin.

Siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia umumnya muncul di Samudera Pasifik dan Samudera Hindia pada periode-periode tertentu. Dampaknya meliputi peningkatan intensitas curah hujan, gelombang laut, dan kecepatan angin.

Sejarah Siklon Tropis di Indonesia

Berdasarkan catatan Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta, sejak 2017, setidaknya 10 siklon tropis pernah muncul di wilayah Indonesia. Siklon tropis ini kemudian dinamai dengan nama bunga atau buah.

Pada 2017, siklon tropis Cempaka dan Dahlia muncul masing-masing di selatan Provinsi Jawa Tengah dan barat daya Provinsi Bengkulu. Pada 2018, siklon tropis Flamboyan dan Kenanga muncul. Sepanjang 2019 hingga 2024, muncul pula siklon tropis Lili, Mangga, Seroja, Teratai, hingga Anggrek. Kebanyakan dari siklon tropis ini muncul di barat daya Provinsi Bengkulu dengan kecepatan maksimum berkisar antara 65 km/jam hingga 75 km/jam.

Dampak dan Peringatan BMKG

BMKG telah memberikan peringatan kepada pemerintah daerah terkait potensi siklon tropis yang bisa berdampak besar pada wilayah-wilayah yang rentan. Peringatan ini penting untuk memastikan persiapan dini dalam menghadapi bencana alam seperti banjir dan longsor.

Selain itu, BMKG juga menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap kondisi cuaca ekstrem. Dengan meningkatnya frekuensi siklon tropis, masyarakat perlu memperhatikan informasi cuaca secara teratur dan mengambil langkah-langkah pencegahan sesuai rekomendasi dari lembaga meteorologi.

Dalam beberapa bulan terakhir, dampak dari siklon tropis terlihat jelas di beberapa wilayah Sumatra. Banjir dan longsor menjadi ancaman utama yang menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak untuk bekerja sama dalam menghadapi risiko cuaca ekstrem ini.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan