Inggris-Oman Minta AS-Iran Hindari Perang Pasca Gagal Negosiasi

Inggris-Oman Minta AS-Iran Hindari Perang Pasca Gagal Negosiasi


Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, bersama dengan Sultan Oman, Haitham bin Tariq, mengajak Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk tetap tenang setelah negosiasi damai yang tidak berhasil mencapai kesepakatan. Pertemuan ini berlangsung pada hari Minggu (12/4), di mana kedua pemimpin menekankan pentingnya menjaga gencatan senjata dan mencegah konflik semakin memburuk di kawasan.

Dalam pembicaraan tersebut, Starmer dan Haitham membahas perkembangan perundingan antara AS dan Iran yang dilakukan di Pakistan, namun tidak menghasilkan kesepakatan. Mereka sepakat bahwa diperlukan solusi yang dapat mengakhiri ketegangan yang terjadi saat ini.

Menurut pernyataan dari juru bicara pemerintah Inggris, Sophie Clare, yang dilansir oleh AlJazeera, kedua pemimpin menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap situasi yang sedang berlangsung. Mereka menyerukan agar kedua belah pihak segera mencari jalan keluar dari krisis yang sedang berlangsung.

Selain itu, kedua pemimpin sepakat bahwa kelanjutan gencatan senjata menjadi hal yang sangat penting. Mereka menekankan perlunya semua pihak menghindari tindakan yang dapat memperburuk situasi. “Sangat penting agar gencatan senjata terus berlanjut, dan semua pihak menghindari eskalasi lebih lanjut,” ujar Sophie Clare.

Seruan ini muncul dalam situasi yang semakin memanas, khususnya setelah beberapa insiden yang mengganggu stabilitas di kawasan Timur Tengah. Kekhawatiran akan ancaman terhadap perdagangan global juga meningkat, terutama setelah adanya gangguan di jalur pelayaran utama seperti Selat Hormuz.

Sebelum pertemuan ini, Perdana Menteri Keir Starmer juga melakukan kunjungan ke wilayah Teluk dan bertemu dengan beberapa sekutu, termasuk Qatar dan Uni Emirat Arab. Dalam kunjungan tersebut, ia menyebut bahwa mitra internasional saat ini sedang berupaya keras untuk memastikan keamanan jalur pelayaran, khususnya di Selat Hormuz, yang merupakan rute vital bagi perdagangan energi global.

  • Beberapa isu yang dibahas selama pertemuan:
  • Pentingnya menjaga stabilitas regional
  • Perlu adanya komunikasi langsung antara AS dan Iran
  • Peningkatan keamanan jalur pelayaran
  • Peran negara-negara kawasan dalam memediasi konflik

Pertemuan ini menunjukkan bahwa pihak-pihak terkait masih berupaya untuk menciptakan suasana damai dan menghindari eskalasi konflik. Namun, tantangan besar tetap ada, terutama karena sifat dinamis dari situasi politik di kawasan tersebut.


Kerja sama antar negara dan dialog diplomatik tetap menjadi prioritas utama dalam upaya mencegah konflik yang lebih besar. Dengan situasi yang terus berkembang, diperlukan koordinasi yang kuat dan komitmen dari semua pihak untuk menjaga perdamaian di kawasan.