
Atlet Tenis Meja Iran Yasin Shoari Gagal Ikut Kejuaraan ITTF Hopes Programme
Seorang atlet tenis meja asal Iran, Yasin Shoari, gagal mengikuti kejuaraan ITTF Hopes Programme setelah permohonan visa yang diajukannya ditolak oleh pemerintah Inggris. Shoari, yang dikenal sebagai bintang tenis meja masa depan Iran, merupakan salah satu dari tiga atlet Asia yang diundang untuk berkompetisi dalam turnamen yang digelar di Sheffield beberapa waktu lalu.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Shoari sebenarnya sudah bersiap untuk melakukan perjalanan ke Inggris pada hari Rabu (15/10/2025) bersama pelatihnya, Mohsen Shishehgarha. Namun, rencana tersebut harus dibatalkan karena permohonan visanya tidak dikabulkan oleh otoritas Inggris. Hal ini menimbulkan kekecewaan besar, terutama karena Shoari memiliki potensi besar dalam dunia tenis meja.
Prestasi Shoari memang mencuri perhatian dunia tenis meja. Dia berhasil memenangi kompetisi junior ITTF di Laos dua bulan lalu dengan kemenangan beruntun dalam sembilan pertandingan. Di babak semifinal, Shoari mengalahkan lawan dari Malaysia, dan kemudian menjadi juara setelah mengalahkan atlet Jepang di babak final. Kemenangan ini membuktikan bahwa ia memiliki bakat luar biasa di usia muda.
Menurut laporan yang diterbitkan, penolakan visa terhadap Shoari bukanlah hal yang baru. Pada tahun 2022, pemerintah Inggris juga menolak visa kontingen Taekwondo Iran yang seharusnya mengikuti Kejuaraan Dunia Taekwondo di Manchester. Hal ini menunjukkan bahwa ada kebijakan tertentu yang diterapkan oleh pemerintah Inggris terhadap atlet-atlet dari negara tertentu.
Turnamen ITTF World Hopes Week & Challenge yang diselenggarakan di Sheffield merupakan puncak dari kompetisi junior tenis meja untuk peserta di bawah usia 12 tahun. Tahun ini, terdapat 20 anak laki-laki dan 20 anak perempuan dari seluruh dunia yang akan bergabung dalam program pelatihan intensif, lokakarya pelatihan, serta kompetisi pertandingan selama dua hari. Kompetisi ini bertujuan untuk mengembangkan bakat-bakat muda dalam olahraga tenis meja.
Dengan penolakan visa terhadap Shoari, banyak pihak merasa kecewa karena ia memiliki potensi besar untuk menjadi bintang tenis meja dunia. Selain itu, penolakan ini juga menimbulkan pertanyaan tentang kebijakan pemerintah Inggris terhadap atlet-atlet dari negara-negara tertentu.
Meskipun begitu, Shoari tetap menjadi inspirasi bagi banyak atlet muda di Iran dan dunia. Dengan prestasi yang telah diraihnya, ia menunjukkan bahwa usia bukanlah hambatan untuk meraih kesuksesan. Semoga di masa depan, ia bisa kembali berlaga dalam kompetisi internasional tanpa menghadapi kendala seperti ini.