Ingin Tangkap Pelaku Under Invoicing? Purbaya: Sudah Dikenal

admin.aiotrade 21 Okt 2025 3 menit 14x dilihat
Ingin Tangkap Pelaku Under Invoicing? Purbaya: Sudah Dikenal

Penangkapan Besar-Besaran untuk Menertibkan Praktik Penyelundupan

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan informasi terkini tentang rencana penangkapan besar-besaran yang akan dilakukan untuk menangani praktik penyelundupan. Ia juga menyebutkan bahwa pelaku under invoicing akan menjadi fokus utama dalam tindakan tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Yang melakukan under invoicing, yang selama ini nyelundupin, yang banyak apa, tekstil, baja apa segala macam itu kan sudah ada nama-nama pemainnya," ujar Purbaya dalam sebuah wawancara. "Kan tinggal kita pilih aja siapa yang mau kita proses," tambahnya dengan tegas.

Under invoicing adalah praktik di mana nilai faktur yang dicantumkan lebih rendah dari harga sebenarnya. Hal ini sering kali dilakukan oleh importir untuk menghindari atau mengurangi bea masuk dan pajak. Praktik ini dianggap sebagai pelanggaran ketentuan kepabeanan.

Saat ditanya tentang potensi pengembalian uang negara dari dua tindakan tersebut, Purbaya menyatakan bahwa angka masih dalam perhitungan. "Belum tahu, masih kita hitung," katanya.

Rencana Penangkapan Besar-Besaran

Sebelumnya, Menkeu Purbaya telah mengungkapkan adanya rencana penangkapan besar-besaran bagi pelaku praktik penyelundupan. Ia memastikan bahwa penegakan hukum akan dilakukan tanpa pandang bulu, termasuk bagi pelaku yang dilindungi orang berpengaruh.

“Yang suka main selundup, saya tangkap. Bentar lagi ada penangkapan besar-besaran. Saya enggak peduli di belakangnya siapa. Di belakang saya pasti ada yang paling tinggi kan ya, Presiden paling tinggi di sini. Pasti beres,” ujar Purbaya dalam acara yang diselenggarakan di Hotel JS Luwansa, Jakarta.

Purbaya menyebutkan bahwa penyelundupan marak di sektor tekstil, rokok, dan baja. Ia menjelaskan bahwa praktik ini memperlemah industri dalam negeri dan menekan penerimaan negara.

“Rokok, saya akan beresin. Tekstil. Jadi rokok, abis itu tekstil, habis itu baja, habis itu yang lain. Satu per satu saya akan kejar,” katanya.

Tindakan Tegas untuk Memperkuat Industri

Menurut Purbaya, pemberantasan penyelundupan menjadi kunci untuk memperkuat rasio pajak dan menata kembali struktur industri. Ia menegaskan bahwa praktik ini tidak selalu melibatkan pegawai Bea dan Cukai. Banyak di antara mereka enggan bertindak karena pelaku sering mendapat perlindungan dari kalangan berkuasa.

“Iya, saya panggil orang Bea Cukainya, ‘lo enggak benar’. ‘Bukan begitu Pak, di belakangnya ada bekingan gede, kami enggak bisa apa-apa’,” ucapnya.

Purbaya menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk takut. Ia mengingatkan bawahannya untuk tetap menindak siapapun yang melanggar.

“Ya sudah sekarang sikat aja. Kan Dirjen Bea Cukai saya bintang tiga. Kecuali bintang empatnya yang nyuruh. Kalau bintang empat kita lapor presiden,” katanya.

Strategi untuk Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Langkah tegas tersebut, menurut Purbaya, bukan hanya sekadar penindakan, melainkan bagian dari strategi untuk memperbaiki tata ekonomi agar pertumbuhan berjalan sehat.

"Dengan strategi seperti itu, saya yakin pelan-pelan ekonomi akan tumbuh lebih cepat. Tapi enggak langsung besok 8 persen ya. Tahun depan mungkin bisa mendekati 6 persen atau lebih. Tahun depannya lebih cepat lagi," tutur Purbaya.

Dengan langkah-langkah yang diambil, Purbaya berharap dapat menciptakan lingkungan bisnis yang lebih sehat dan adil, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pemerintahan dan kebijakan ekonomi yang diterapkan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan