
Penjelasan Terbaru dari Febrianto tentang Pembunuhan AP di Hotel Lendosis Palembang
Febrianto, seorang pria berusia 22 tahun asal Trenggalek, Jawa Timur, mengungkapkan alasan di balik tindakannya membawa motor dan ponsel korban, AP (22), yang ditemukan tewas di hotel Lendosis Palembang pada hari Sabtu (11/10/2025) sore. Dalam sebuah video Instagram @palembang_jurnalis, ia menjelaskan bahwa tindakan tersebut bukan dilakukan untuk dijual, melainkan untuk menghilangkan jejak kejahatannya.
Febrianto mengaku bahwa ia sengaja membawa motor korban sebagai alat pelarian setelah melakukan pembunuhan. Sementara itu, ponsel korban dibuang ke sungai agar tidak bisa digunakan sebagai barang bukti. "Saya gak jual pak (motornya). Saya pakai buat melarikan diri, handphone saya buang di sungai," ujar Febrianto dalam video tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Proses Penangkapan dan Penemuan Barang Bukti
Febrianto ditangkap oleh pihak kepolisian pada Rabu (15/10/2025) setelah melakukan aksinya. Setelah membunuh korban, ia langsung pulang ke rumahnya di Muara Padang menggunakan motor korban. Ia mengatakan bahwa kunci dan ponsel korban dibuang ke sungai, sedangkan motornya disimpan di Muara Padang.
Motor milik korban akhirnya ditemukan oleh petugas di sebuah gudang milik warga dengan posisi terkunci stang dan plat nopolnya sudah dilepas. Hal ini menunjukkan upaya Febrianto untuk menyembunyikan identitas kendaraan tersebut.
Pengakuan Febrianto Mengenai Kehantuan Korban
Setelah kejadian, Febrianto mengaku merasa bersalah dan ketakutan. Ia mengatakan bahwa dirinya didatangi oleh seorang wanita yang memakai baju putih dan rambut panjang, sambil menggendong bayi. Wanita tersebut menurut Febrianto memberinya perintah untuk pergi ke makam, melakukan ziarah, serta meminta maaf kepada keluarga korban.
"Disuruh aku pergi ke makam, ziarah, minta maaf sama keluarga korban, disuruh selamatan untuk mendoakan korban, serta diminta untuk mengelus perut korban," katanya. Ia juga mengatakan bahwa wanita tersebut menyuruhnya untuk pergi ke makam dan meminta maaf kepada keluarga korban.
Motif Pembunuhan yang Diungkap
Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumsel, Kombes Pol Johannes Bangun, motif Febrianto membunuh AP adalah karena kesal karena disuruh meninggalkan kamar hotel sebelum waktu kencan habis. "Pelaku kesal disuruh keluar dari kamar," kata Johannes saat memimpin rilis di Polda Sumsel, Kamis (16/10/2025).
Setelah menangkap pelaku dan mengamankan sejumlah barang bukti, seperti pakaian korban, pakaian pelaku, serta botol plastik minuman soda, penyidik akan terus mengembangkan kasus ini untuk mencari informasi lebih lanjut.
Peristiwa Awal yang Menjadi Titik Awal Kekerasan
Sebelum kejadian, Anti Puspita Sari (22) alias AP ditemukan tewas di hotel Lendosis Palembang pada hari Sabtu (11/10/2025). AP pertama kali ditemukan oleh salah seorang pegawai hotel yang hendak mengecek ke kamar korban karena sudah waktunya untuk cek out. Pintu kamar terkunci dari dalam.
AP diketahui masuk ke hotel bersama pria pada Jumat (10/10/2025) pukul 16.00 WIB. Pada Sabtu (11/10/2025) sekitar pukul 11.30 WIB, saksi mengetuk kamar hotel untuk memberitahu batasan check out, hanya saja saat itu tak ada respon dari kamar hotel. Pukul 12.00 WIB, saksi kembali mengetuk kamar dan kembali tak ada respon.
Akhirnya, saksi mematikan saklar listrik kamar yang bertujuan agar mereka keluar karena kepanasan. Tidak ada respon, sekira pukul 14.00 WIB, saksi menyuruh rekannya untuk membuka pintu kamar dengan kunci duplikat. Saat itu korban ditemukan tergeletak di lantai dengan ditutup selimut.