
Robinhood Market, Inc., sebuah perusahaan layanan keuangan asal Amerika Serikat (AS), baru saja memperluas cakupan operasionalnya dengan masuk ke pasar keuangan Indonesia. Dalam langkah strategis ini, Robinhood melakukan akuisisi penuh terhadap dua perusahaan lokal, yaitu PT Buana Capital Sekuritas dan PT Pedagang Aset Kripto.
Kedua akuisisi ini menjadi awal dari ekspansi Robinhood di kawasan Asia Tenggara dan pasar global lainnya. Dengan mengakuisisi Buana Capital, yang merupakan perusahaan pialang Indonesia, serta PT Pedagang Aset Kripto yang berlisensi sebagai pedagang aset digital, Robinhood menunjukkan komitmennya untuk memberikan akses yang lebih mudah kepada masyarakat Indonesia dalam berinvestasi.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Patrick Chan, Kepala Bagian Asia di Robinhood, menyatakan bahwa Indonesia adalah pasar yang sangat menjanjikan bagi perdagangan dan investasi. “Kami melihat potensi besar di sini, dan kami ingin membawa layanan inovatif yang sama seperti yang telah kami tawarkan di seluruh dunia,” ujarnya dalam acara Corporate Action Launch di Bursa Efek Indonesia, Senin (8/12/2025).
Meskipun nilai transaksi akuisisi tidak diungkapkan oleh kedua belah pihak, proses negosiasi berlangsung cukup cepat, mulai pada pertengahan 2025. Patrick menargetkan ratusan ribu nasabah baru dalam setahun ke depan setelah akuisisi selesai. Pada tahun 2027, Robinhood akan fokus pada pengembangan sistem terkait aliran dana, kepatuhan, proses onboarding, dan kebutuhan operasional lainnya.
Setelah peluncuran aplikasi secara resmi, Robinhood akan melakukan beberapa penyesuaian agar layanan sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia. Salah satu hal penting adalah integrasi aplikasi dengan Bursa Efek Indonesia (BEI). Saat ini, sistem Robinhood belum terhubung langsung dengan bursa, sehingga perlu dilakukan penyesuaian teknis.
“Kami melihat banyak potensi dan itulah nilai dari akuisisi Buana Capital,” kata Patrick. Presiden Direktur Buana Capital Benny Hardiman Setiabrata menambahkan bahwa model investasi tanpa komisi akan menjadi salah satu daya tarik utama bagi pelanggan Robinhood.
“Dengan pengalaman Robinhood yang sudah terbukti dalam membawa lebih dari 26 juta pengguna di AS untuk terlibat dalam investasi ritel, kami yakin bahwa kolaborasi ini akan membawa inovasi dan kemudahan akses bagi lebih banyak investor Indonesia untuk terlibat dalam pasar modal dan kripto global,” katanya.
Setelah akuisisi Buana Capital, Robinhood akan tetap melayani nasabah eksisting dengan produk keuangan Indonesia. Dalam jangka panjang, dan dengan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Robinhood berencana memperkenalkan layanan perdagangan sendiri. Layanan ini akan mencakup akses ke saham AS, aset kripto global, dan instrumen internasional lainnya secara besar-besaran.
Kedua akuisisi tersebut masih tunduk pada kondisi penutupan yang lazim, termasuk persetujuan dari OJK dan regulator terkait lainnya. “Semua transaksi ditargetkan akan diselesaikan pada paruh pertama tahun 2026,” tambah Patrick.
Robinhood Markets, Inc. (NASDAQ: HOOD) telah merevolusi layanan keuangan dengan memperkenalkan perdagangan saham tanpa komisi dan mempermudah akses ke pasar bagi jutaan investor. Saat ini, Robinhood, melalui anak perusahaannya, memungkinkan investor untuk bertransaksi saham, opsi, futures, dan kripto, melakukan investasi untuk pensiun, mendapatkan penghasilan dengan Robinhood Gold, dan mengakses portofolio yang dikelola oleh ahli melalui Robinhood Strategies.
Sementara itu, Buana Capital adalah perusahaan sekuritas dan anggota Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berlisensi sebagai pialang dan penjamin emisi (bank investasi). Didirikan pada tahun 1990, perusahaan ini juga berlisensi dari OJK. Sementara PT Pedagang Aset Kripto adalah pedagang aset keuangan digital yang telah berlisensi dari OJK sejak tahun 2025 dan merupakan anggota bursa aset kripto yang berlisensi.