Ini Info Kapolri tentang Pelaku Peledakan di SMAN 72 Jakarta

admin.aiotrade 07 Nov 2025 4 menit 21x dilihat
Ini Info Kapolri tentang Pelaku Peledakan di SMAN 72 Jakarta

Penemuan Terduga Pelaku Ledakan di SMAN 72 Jakarta

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa seorang terduga pelaku peledakan di SMAN 72 Jakarta telah ditemukan oleh pihak kepolisian. Namun, kondisi kesehatannya saat ini masih dalam proses pemulihan setelah menjalani operasi di rumah sakit (RS). Polisi belum dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap pelaku hingga kondisinya memungkinkan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Untuk terduga pelaku, saat ini sudah kami dapatkan," ujar Kapolri Jenderal Listyo menjawab pertanyaan wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat malam (7/11/2025). Ia menambahkan bahwa anggota Polri sedang melakukan pendalaman terkait identitas pelaku, lingkungan sekitar, termasuk rumah dan hal-hal lainnya.

"Tentunya akan diinformasikan lebih lanjut setelah tim gabungan baik dari Polda Metro Jaya, Densus, melaksanakan pendalaman," tambahnya.

Jenderal Listyo menyebut bahwa satu orang terduga pelaku tersebut sedang menjalani operasi, seperti halnya satu korban ledakan lainnya. Total, ada dua orang yang menjalani operasi akibat ledakan di SMAN 72 Jakarta. Ledakan terjadi di Kompleks Perumahan TNI AL Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat siang pukul 12.15 WIB.

"Saat ini kami sedang mendalami berbagai informasi mengenai motif ledakan tersebut. Tentunya akan kami kumpulkan agar menjadi informasi yang bulat pada saat diinformasikan kepada publik," tuturnya.

Ledakan tersebut menyebabkan sekitar puluhan orang luka-luka, tetapi sebagian besar dari korban telah menerima perawatan dan kembali ke rumah masing-masing.

"Di awal jumlah korban (luka-luka) sekitar 50 atau 60 orang, tetapi saat ini Alhamdulilah sudah dibuatkan posko, dan korbannya saat ini sudah bisa berangsur-angsur pulang," ujar Kapolri.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi ledakan, Listyo menyebut polisi menemukan senjata mainan dan tulisan-tulisan. Temuan tersebut menjadi bagian dari penyelidikan kepolisian, termasuk mencari tahu bagaimana terduga pelaku merakit dan melaksanakan aksinya.

"Semuanya akan kami jelaskan setelah semua informasi, temuan-temuan di lapangan, hasil penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut lengkap," kata Kapolri.

DPR Menunggu Hasil Investigasi Polri

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menunggu hasil investigasi lengkap dari kepolisian terkait ledakan di SMAN 72 Jakarta. Meskipun demikian, pihaknya menyampaikan kemungkinan pengaruh media sosial terhadap terduga pelaku peledakan yang melukai puluhan orang.

Oleh karena itu, ia meminta kepada sekolah-sekolah untuk mengimbau para siswanya agar berhati-hati dalam menerima informasi dari media sosial.

"Antara lain mungkin tadi karena pengaruh yang dilihat di media-media sosial," kata Dasco usai meninjau para korban di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, Jakarta, Jumat petang.

Dari peninjauan tersebut, dia mendapatkan informasi bahwa pelaku merupakan anak usia 17 tahun. "Soal ini biar nanti pihak yang berwenang atau pihak kepolisian yang menyampaikan ke rekan media," ujarnya Wakil Ketua DPR RI yang membidangi urusan Politik dan Keamanan itu.

Sebelumnya, salah satu siswa kelas XI SMAN 72 Jakarta, berinisial S menyebut bom rakitan atau bom molotov yang ditemukan di masjid sekolah diduga dibawa oleh siswa yang kerap di "bully" atau dirundung oleh siswa lain.

"Saya menduga siswa ini ingin balas dendam dan bunuh diri. Tadi saya lihat ada tiga jenis bom dan hanya dua yang meledak," kata dia di Jakarta, Jumat.

Ledakan terjadi saat khotbah Jumat selesai dan akan dilanjutkan dengan Ikamah. Saat itu, ada ledakan besar terjadi.

Korban Termasuk Anak Anggota TNI AL

Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam) Lodewijk Freidrich Paulus menyebut polisi akan memintai keterangan 20 korban ledakan di SMAN 72, Jakarta Utara. Hal tersebut dilakukan untuk mencari tahu tentang kronologi terjadinya ledakan dan apa penyebabnya.

"Yang jelas dari 20 orang ini, itu juga tentunya akan diinvestigasi oleh aparat kepolisian," kata Lodewijk kepada awak media saat meninjau lokasi ledakan di SMAN 72, Komplek TNI AL, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat.

Lodewijk menjelaskan 20 orang tersebut mengalami luka-luka dan saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Dia menjelaskan seluruh korban merupakan murid dari SMAN 72. Beberapa di antaranya anak dari prajurit TNI AL yang tinggal di kawasan yang sama.

"Murid di sini termasuk ada empat orang putra putri dari TNI AL," ujarnya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan