Injil Katolik Sabtu 18 Oktober 2025: Ayat dan Mazmur Tanggapan Lengkap

admin.aiotrade 17 Okt 2025 5 menit 17x dilihat
Injil Katolik Sabtu 18 Oktober 2025: Ayat dan Mazmur Tanggapan Lengkap
Injil Katolik Sabtu 18 Oktober 2025: Ayat dan Mazmur Tanggapan Lengkap

Injil Katolik Hari Sabtu 18 Oktober 2025

Mari kita simak injil Katolik hari Sabtu 18 Oktober 2025. Injil Katolik hari ini lengkap dengan mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik. Renungan harian Katolik dapat ditemukan di bagian akhir artikel ini.

Liturgi Sabtu 18 Oktober 2025 adalah hari Sabtu XXVIII, Pesta Santo Lukas, Pengarang Injil, dengan warna liturgi merah. Adapun bacaan liturgi Katolik hari Sabtu 18 Oktober 2025 adalah sebagai berikut:

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Bacaan Pertama: 2Tim 4:10-17b

Hanya Lukas yang tinggal dengan aku. Saudaraku terkasih, Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika. Kreskes telah pergi ke Galatia, sedang Titus ke Dalmatia. Hanya Lukas yang tinggal dengan aku. Jemputlah Markus dan bawalah ia ke mari, karena pelayanannya penting bagiku. Tikhikus telah kukirim ke Efesus. Jika engkau ke mari, bawalah juga jubah yang kutinggalkan di Troas di rumah Karpus dan juga kitab-kitabku, terutama perkamen itu. Aleksander, tukang tembaga itu, telah banyak berbuat kejahatan terhadap aku. Tuhan akan membalasnya menurut perbuatannya. Hendaklah engkau juga waspada terhadap dia, karena dia sangat menentang ajaran kita. Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak seorang pun yang membantu aku; semuanya meninggalkan aku. Kiranya hal itu jangan ditanggungkan atas mereka, tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya, dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Demikianlah Sabda Tuhan. U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm 145:10-11.12-13ab.17-18

Ref: Para kudus-Mu, ya Tuhan, memaklumkan kerajaan-Mu yang semarak mulia. Segala yang Kaujadikan itu akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu. Mereka memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan memaklumkan kerajaan-Mu yang semarak mulia. Kerajaan-Mu ialah kerajaan abadi, pemerintahan-Mu lestari melalui segala keturunan. Tuhan itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.

Bait Pengantar Injil: Yoh 15:16

Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Aku telah menetapkan kamu supaya pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu itu tetap.

Bacaan Injil: Luk 10:1-9

Tuaian memang banyak, tetapi sedikitlah pekerjanya. Pada suatu hari Tuhan menunjuk tujuh puluh murid, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Kata-Nya kepada mereka, “Tuaian memang banyak, tetapi sedikitlah pekerjanya. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah! Camkanlah, Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan. Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu, ‘Damai sejahtera bagi rumah ini.’ Dan jika di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal padanya. Tetapi jika tidak, salammu itu akan kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. Jika kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ, dan katakanlah kepada mereka, ‘Kerajaan Allah sudah dekat padamu.’” Demikianlah Injil Tuhan. U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik

“Terkirim dalam Misi Kasih”

Hari ini Gereja merenungkan Injil dari Lukas 10:1–9, ketika Yesus mengutus tujuh puluh murid-Nya berdua-dua untuk pergi ke kota-kota dan desa-desa, membawa kabar sukacita tentang Kerajaan Allah. Injil ini bukan hanya catatan sejarah, tetapi juga panggilan untuk kita umat Katolik di zaman modern: kita semua adalah utusan Kristus.

Yesus Mengutus Berdua-dua

Yesus tidak mengutus murid seorang diri, tetapi berdua-dua. Hal ini menekankan pentingnya kebersamaan dalam perutusan. Gereja Katolik selalu menekankan hidup dalam komunitas: kita saling menopang, saling mendoakan, dan saling mengingatkan agar tetap setia. Dalam keluarga, komunitas lingkungan, atau pelayanan Gereja, kita pun dipanggil untuk hidup dalam kebersamaan, bukan berjalan sendiri.

“Tuaian Banyak, Tetapi Pekerja Sedikit”

Yesus menegaskan bahwa ladang misi begitu luas, tetapi pekerja sedikit. Pesan ini sangat relevan: dunia saat ini haus akan kasih, pengharapan, dan damai. Namun, sering kali hanya sedikit orang yang bersedia menjadi saksi iman. Yesus mengajak kita untuk berdoa kepada Tuhan pemilik tuaian supaya mengirimkan pekerja-pekerja ke ladang-Nya. Maka, setiap orang Katolik diajak: jangan hanya berdoa untuk panggilan, tetapi juga berani menjawab panggilan itu.

Sederhana dalam Perutusan

Yesus mengingatkan murid-murid-Nya untuk tidak membawa pundi-pundi, bekal, atau kasut. Artinya, misi Gereja bukan soal kekuatan materi, melainkan kepercayaan penuh pada penyelenggaraan Allah. Kita pun dipanggil untuk hidup sederhana dan mengandalkan Tuhan dalam pelayanan, bukan mengandalkan kekuasaan atau kehormatan duniawi.

Membawa Damai

Yesus berkata: “Kalau kamu masuk ke dalam suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini.” Pesan ini mengajarkan bahwa inti dari pewartaan Injil adalah membawa damai, bukan perpecahan. Damai Kristus bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan kesatuan dengan Allah yang menghadirkan sukacita sejati.

“Kerajaan Allah Sudah Dekat”

Inti pewartaan para murid adalah: Kerajaan Allah sudah dekat. Kerajaan Allah hadir di tengah kita ketika kita hidup dalam kasih, pengampunan, pelayanan, dan solidaritas. Maka setiap orang Katolik, entah imam, biarawan-biarawati, maupun umat awam, memiliki misi: menghadirkan Kerajaan Allah di tempat kerja, di keluarga, di sekolah, dan di masyarakat.

Relevansi untuk Kita

  • Bagi keluarga Katolik: Orang tua adalah misionaris pertama bagi anak-anak, membawa damai dan iman dalam rumah tangga.
  • Bagi kaum muda: Panggilan misi bukan hanya bagi imam dan biarawan, tetapi juga bagi generasi muda yang berani bersaksi melalui media sosial, karya kreatif, dan hidup yang jujur.
  • Bagi dunia kerja: Menjadi misionaris berarti menghadirkan nilai-nilai Injil: keadilan, integritas, dan kasih dalam pekerjaan sehari-hari.

Penutup

Hari ini kita diingatkan: kita semua diutus untuk menjadi saksi Kristus. Meski ladang luas dan pekerja sedikit, kita tidak sendiri. Kristus berjalan bersama kita, dan Roh Kudus meneguhkan langkah kita.

Doa:

“Tuhan Yesus, Engkau mengutus murid-murid-Mu untuk mewartakan damai dan Kerajaan Allah. Utuslah aku juga hari ini, agar melalui perkataan dan perbuatanku, dunia boleh merasakan kasih-Mu. Amin.”

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan